23 April 2026 – Pasokan minyak Jerman dari Kazakhstan dipastikan terhenti mulai 1 Mei 2026 setelah Rusia menghentikan transit minyak mentah melalui jaringan pipa Druzhba. Perkembangan ini langsung menjadi sorotan karena aliran tersebut selama ini ikut menopang operasional kilang PCK di Schwedt, fasilitas penting yang memasok kebutuhan bahan bakar di Berlin dan Brandenburg.
Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak menyatakan volume minyak Kazakhstan yang semula dikirim ke Jerman akan dialihkan ke jalur logistik lain. Di saat yang sama, Menteri Energi Kazakhstan Yerlan Akkenzhenov menegaskan tidak ada pengiriman minyak Kazakhstan ke Jerman melalui Druzhba sepanjang Mei. Ia menyebut penghentian itu berkaitan dengan keterbatasan teknis di pihak Rusia dan mengisyaratkan gangguan infrastruktur bisa menjadi salah satu pemicu. Sampai kini, belum ada kepastian kapan arus pengiriman ke rute lama dapat kembali normal.
Data perdagangan menunjukkan volume pasokan itu bukan angka kecil. Sepanjang 2025, Kazakhstan menyalurkan 2,146 juta ton minyak ke Jerman lewat Druzhba, sementara pada kuartal pertama 2026 jumlahnya sudah mencapai 730 ribu ton. Pasokan dari Kazakhstan mencakup sekitar 17 persen kebutuhan minyak mentah kilang PCK, yang menurut keterangan resmi perusahaan memasok sekitar 90 persen bensin, solar, bahan bakar jet, dan minyak pemanas untuk Berlin dan Brandenburg.
Meski demikian, Kementerian Ekonomi Jerman menyebut keamanan pasokan nasional belum berada dalam kondisi genting. Berlin disebut menyiapkan opsi pasokan alternatif melalui pelabuhan Gdansk dan Rostock untuk menutup kekurangan. Namun, penghentian aliran ini tetap membuka risiko tekanan harga regional dan menambah ketidakpastian energi Eropa, terutama ketika jalur distribusi global masih sensitif terhadap gangguan geopolitik. Dalam jangka pendek, pasar akan memantau seberapa cepat jalur pengganti bisa bekerja tanpa mengganggu kebutuhan bahan bakar di ibu kota Jerman.
