Thebatterysdown.com – Perayaan Tahun Baru Imlek tidak hanya identik dengan lampion dan angpau, tetapi juga dipenuhi mitos dan kepercayaan yang diwariskan melalui generasi dalam budaya Tionghoa. Mitos-mitos ini berfungsi untuk memperdalam makna Imlek sebagai simbol harapan dan keberuntungan.
Salah satu mitos yang populer adalah mengenai angpau, yang diyakini membawa keberuntungan. Masyarakat percaya bahwa menerima angpau saat perayaan Imlek dapat mendatangkan rezeki sepanjang tahun. Walaupun angpau tidak menjamin keberuntungan secara langsung, tradisi ini melambangkan harapan, doa, dan berbagi kebahagiaan antar anggota keluarga.
Mitos lain yang sering terdengar adalah penggunaan petasan. Suara petasan diyakini dapat mengusir roh jahat dan energi negatif saat tahun baru. Meskipun saat ini fungsi petasan lebih berorientasi pada hiburan, secara tradisional, bunyi keras tersebut dipercaya efektif dalam menghalau hal-hal negatif. Namun, penggunaannya tetap harus memperhatikan aspek keselamatan.
Selain itu, makanan khas Imlek juga memiliki makna simbolik. Misalnya, ikan, mie panjang umur, dan kue keranjang dianggap membawa hoki, kelimpahan, dan umur panjang. Makanan ini tidak hanya dinikmati, tetapi juga menjadi bagian penting dalam ritual yang menandakan harapan akan masa depan yang lebih baik.
Dengan adanya mitos-mitos ini, perayaan Imlek menjadi lebih kaya akan tradisi yang menjalin hubungan antara generasi, sekaligus menyimpan harapan untuk tahun yang akan datang. Seiring berjalannya waktu, meski beberapa mitos hanya bersifat simbolis, mereka tetap menjadi bagian integral dalam perayaan yang meriah dan penuh makna.
![5 Mitos Umum yang Salah Dikenal Saat Perayaan Imlek | thebatterysdown [original_title]](https://thebatterysdown.com/wp-content/uploads/2026/01/imlek-iOUd_large.jpg)