Thebatterysdown.com – Agresi militer yang dilakukan oleh AS dan Israel terhadap Iran memberi dampak yang signifikan terhadap sektor pertanian di Deli Serdang, Sumatra Utara. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan krisis pangan di tengah masyarakat, terutama bagi para petani yang mulai merasakan beban berat akibat lonjakan harga pupuk.
Ekonom dari Universitas Islam Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, menjelaskan bahwa gangguan pada rantai pasok global telah menyebabkan harga bahan baku pupuk, khususnya sulfur, meroket hingga CNY 5.383 per ton. Kenaikan ini diprediksi akan melemahkan kemampuan petani dalam bercocok tanam. “Jika produksi turun, Sumut akan menghadapi ancaman inflasi harga pangan,” ujarnya.
Dalam dua pekan terakhir, harga pupuk non-subsidi di Deli Serdang mengalami peningkatan yang signifikan. Pupuk Urea non-subsidi kini dijual dengan harga Rp450.000 per sak, naik dari Rp400.000 sebelumnya. Sementara pupuk KCL juga naik menjadi Rp430.000 per sak. Selain itu, harga plastik mulsa juga meningkat menjadi Rp280.000 per gulung.
Ironisnya, harga jual hasil pertanian tidak sebanding dengan biaya produksi yang terus meningkat. Petani cabai di Deli Serdang saat ini mengalami kerugian besar, karena harga jual cabai berkisar antara Rp7.000 hingga Rp10.000 per kilogram, jauh di bawah Harga Pokok Produksi (HPP) yang ideal sebesar Rp15.500 per kilogram.
Gunawan menegaskan perlunya dukungan dari pemerintah untuk mengatasi masalah ini, yang jika dibiarkan akan membuat produksi petani menurun drastis dan berdampak negatif pada daya beli masyarakat. Tanpa intervensi yang tepat, kondisi ini akan memburuk saat musim tanam berikutnya.
![Agresi AS-Israel Dorong Kenaikan Harga Pupuk, Petani Tertekan | thebatterysdown [original_title]](https://thebatterysdown.com/wp-content/uploads/2026/03/1774600730_11d106396d2e382a8d7f.jpg)