Thebatterysdown.com – Kabut asap yang kian pekat dalam dua hari terakhir telah menyebabkan gangguan pada penerbangan di Bandara Domine Eduard Osok (DEO) Sorong, Papua Barat Daya. AirNav Indonesia Cabang Sorong melaporkan bahwa jarak pandang menurun hingga 2.000 meter, terutama pada pagi hari, mengakibatkan beberapa penerbangan harus dialihkan.
Hari Selasa, dua penerbangan dari Jakarta, yaitu Garuda Indonesia dan Batik Air, tidak dapat mendarat di Sorong dan akhirnya dialihkan ke Ambon. Manajer Operasi Tower 1 AirNav Indonesia Cabang Sorong, Hery Purnomo, menyampaikan bahwa kondisi serupa terjadi kembali pada pagi itu, dengan sejumlah penerbangan dari Manado juga berhasil mendarat setelah siang hari ketika jarak pandang membaik menjadi sekitar 3.000 meter.
Kabut asap juga berdampak pada penerbangan dari Sorong menuju Manokwari. Salah satu penerbangan, Lion Air 940, terpaksa tertahan di Sorong menunggu kondisi cuaca di Manokwari yang belum memenuhi standar keselamatan penerbangan. Hery mengungkapkan bahwa jarak pandang di Manokwari selama dua hari terakhir berkisar antara 1.500 hingga 2.000 meter, menyebabkan penerbangan ke daerah tersebut terpaksa ditunda.
Selain pengalihan, kabut asap ini juga menyebabkan keterlambatan jadwal penerbangan. Hery menegaskan bahwa AirNav Indonesia terus memantau kondisi cuaca dan jarak pandang berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memastikan keselamatan penerbangan. Diharapkan, kondisi jarak pandang dapat segera membaik agar operasional penerbangan di Bandara DEO Sorong dapat kembali normal.
![AirNav Sorong: Gangguan Penerbangan akibat Kabut Asap Selama Dua Hari | thebatterysdown [original_title]](https://thebatterysdown.com/wp-content/uploads/2026/10/1001210953.jpg)