Thebatterysdown.com – Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) mendesak Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk membuka dialog dengan semua pihak terkait kebijakan larangan penanaman kelapa sawit. Kebijakan ini, yang tertuang dalam Surat Edaran Gubernur dengan nomor 187/PM.05.02.01/Perek, menyarankan penggantian tanaman sawit dengan komoditas lain yang dinilai mengabaikan eksistensi perkebunan sawit di wilayah tersebut.
Wakil Ketua Umum Apkasindo, Qayuum Amri, dalam pernyataannya pada Kamis di Jakarta, menegaskan bahwa larangan tersebut bersifat diskriminatif dan dapat berdampak negatif bagi ribuan petani serta pekerja yang bergantung pada sektor kelapa sawit di Jawa Barat. “Kami meminta agar kebijakan ini ditinjau kembali, mengingat banyaknya orang yang menggantungkan hidup dari perkebunan sawit,” ujarnya.
Lebih lanjut, Qayuum menilai kebijakan Gubernur tersebut terkesan reaksioner dan tidak didukung oleh data serta bukti ilmiah yang cukup. Ia menambahkan bahwa kelapa sawit dianggap sebagai aset berharga bagi Indonesia, yang seharusnya dikelola dengan baik, bukan dilarang. Selama ini, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa tanaman sawit menjadi penyebab krisis air bersih atau bencana ekologis di provinsi ini.
Pentingnya melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk perguruan tinggi dan lembaga penelitian, dalam meninjau kebijakan tersebut juga disoroti. Tanaman sawit telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Jawa Barat selama puluhan tahun, sehingga pemahaman yang mendalam dan dialog yang konstruktif dianggap perlu untuk mendukung keberlanjutan sektor ini.
![Apkasindo Dorong KDM Gelar Dialog Soal Larangan Sawit di Jabar | thebatterysdown [original_title]](https://thebatterysdown.com/wp-content/uploads/2026/01/sawitjabar.jpg)