Thebatterysdown.com – Dewan Perdamaian yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, telah menjadi perhatian global setelah mengundang puluhan pemimpin dunia, termasuk Indonesia, untuk bergabung. Inisiatif ini bertujuan untuk menyelesaikan berbagai konflik dunia, meskipun sejumlah diplomat menilai bahwa kehadirannya dapat mengancam legitimasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Sejak pengumumannya pada September lalu, Dewan Perdamaian ini dirancang untuk tidak hanya fokus pada konflik di Gaza, melainkan juga menangani masalah lain di seluruh dunia. Dalam dokumen draf piagam yang diperoleh oleh sejumlah media, Trump dijadwalkan memimpin dewan ini dan bertanggung jawab untuk mempromosikan perdamaian serta menyelesaikan perselisihan internasional.
Namun, syarat menjadi anggota dewan ini cukup ketat. Setiap negara yang ingin memiliki keanggotaan permanen diharuskan membayar kontribusi sebesar USD 1 miliar, sementara masa jabatan anggota dibatasi maksimal tiga tahun. Kontribusi ini diharapkan dapat mendanai kegiatan dewan.
Hingga saat ini, sekitar 35 pemimpin dunia telah menyatakan kesediaan untuk bergabung dari total 50 undangan yang telah disebarluaskan. Negara-negara seperti Israel, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab adalah beberapa sekutu Timur Tengah yang merespons positif. Selain itu, sejumlah negara lain seperti Maroko, Pakistan, dan Kosovo juga telah ikut berkomitmen.
Pejabat Gedung Putih menyatakan bahwa keanggotaan dewan ini dari berbagai kalangan negara, termasuk yang memiliki hubungan kompleks dengan AS, menunjukkan bahwa inisiatif ini menarik minat beragam negara di kancah internasional. Dengan demikian, langkah Trump ini bisa menjadi permulaan dari dinamika baru dalam diplomasi global.
![Dewan Perdamaian Trump Undang Indonesia, Tantang PBB? | thebatterysdown [original_title]](https://thebatterysdown.com/wp-content/uploads/2026/01/apa-itu-dewan-perdamaian-bentukan-trump-yang-juga-undang-indonesia-akankah-jadi-pesaing-pbb-fvn.jpg)