Thebatterysdown.com – Diktator paling kejam dalam sejarah menghadirkan angka kemanusiaan yang mengerikan, dengan rincian yang sebagian besar berasal dari ilmuwan politik R.J. Rummel. Dalam tahun 1990-an, Rummel mengembangkan metode demosida, yang mencakup pembunuhan oleh pemerintah, kematian akibat kelaparan yang diciptakan secara sengaja, serta kerja paksa. Angka dari Rummel sering dianggap sebagai batas atas oleh sejarawan modern, yang lebih memilih kisaran alih-alih angka pasti.
Rezim rezim paling mematikan tercatat menyumbang kematian antara 130 hingga 200 juta jiwa dari akhir abad ke-19 hingga akhir abad ke-20. Salah satu yang paling dikenal adalah Mao Zedong, yang memproklamasikan Republik Rakyat China pada 1 Oktober 1949. Era kepemimpinannya menyebabkan kematian antara 40 hingga 70 juta orang. Ini termasuk kelaparan antara 1959 hingga 1961, di mana kebijakan “Lompatan Jauh ke Depan” diputuskan untuk mengindustrialisasi China, menyebabkan perkiraan kematian dokumen yang bervariasi antara 15 hingga 55 juta jiwa.
Selanjutnya, Mao juga bertanggung jawab atas Revolusi Kebudayaan dari 1966 hingga 1976, yang diperkirakan menewaskan antara 1 hingga 2 juta orang melalui penganiayaan dan penghancuran warisan budaya. Selain itu, kampanye anti-kanan pada 1956-1957 menargetkan intelektual yang mengkritik pemerintah, banyak di antaranya berujung pada penangkapan.
Selain Mao, Adolf Hitler juga menjadi sorotan dalam catatan tersebut. Dilantik sebagai Kanselir Jerman pada 30 Januari 1933, dia dengan cepat mengkonsolidasikan kekuasaan melalui serangkaian dekret serta menyatukan jabatan presiden dan kanselir pada 2 Agustus 1934. Ideologi Nazi yang menginginkan ruang hidup bagi bangsa Jerman berujung pada penaklukan, pengusiran, dan pemusnahan populasi di Eropa Timur.
![Diktator Kejam: 3 Pasha Utsmaniyah Hancurkan 3 Juta Nyawa | thebatterysdown [original_title]](https://thebatterysdown.com/wp-content/uploads/2026/08/8-diktator-paling-kejam-3-pasha-dari-kesultanan-utsmaniyah-membunuh-3-juta-jiwa-eau.jpg)