Thebatterysdown.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan bahwa konflik yang terjadi di Venezuela tidak memberikan dampak signifikan terhadap harga dan perdagangan minyak global. Menurut Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, meskipun Venezuela memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, produksi rata-rata negara tersebut masih di bawah satu juta barel per hari, yang dianggap relatif kecil dibandingkan dengan potensi cadangannya.
Dwi Anggia menjelaskan bahwa kondisi di Venezuela berbeda dari kawasan Timur Tengah, di mana konflik biasanya dapat mempengaruhi harga minyak secara drastis. “Di Timur Tengah, ada banyak negara OPEC yang membuat harga minyak sangat dinamis,” ungkapnya. Hal ini menunjukkan bahwa gejolak geopolitik di wilayah tersebut lebih rentan berdampak pada pasar minyak global.
Dalam upaya memitigasi risiko yang mungkin muncul dari gejolak politik, termasuk di Venezuela, kementerian telah menekankan pentingnya peningkatan produksi minyak domestik dan penguatan cadangan strategis. “Kami harus terus meningkatkan cadangan strategis minyak nasional serta mengoptimalkan produksi,” tambah Anggia.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, juga mengonfirmasi bahwa sampai saat ini, belum terdapat dampak langsung dari situasi di Venezuela terhadap harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia. Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun ketegangan internasional terjadi, stabilitas di pasar minyak domestik masih terjaga. Ke depannya, langkah-langkah strategis diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi nasional menghadapi berbagai kemungkinan gejolak.
![ESDM: Konflik Venezuela Tak Beri Dampak Besar pada Harga Minyak | thebatterysdown [original_title]](https://thebatterysdown.com/wp-content/uploads/2026/01/PDVSA-3.jpg)