Thebatterysdown.com – Forum Komunikasi Desa Wisata (Forkom Dewi) Bali menginisiasi pembentukan desa wisata tangguh bencana untuk menghadapi potensi risiko bencana. Langkah ini diambil setelah kebakaran yang melanda Desa Wisata Sade di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, sebagai pengingat akan pentingnya mitigasi bencana dalam pengembangan pariwisata.
Ketua Forkom Dewi Bali, I Made Mendra Astawa, menekankan bahwa pengembangan desa wisata harus seimbang dengan persiapan risiko kebencanaan. Mendra menyatakan, “Kita harus mempersiapkan dari pra hingga pasca-kebencanaan.” Saat ini, Bali memiliki 245 desa wisata didorong oleh potensi alam dan budaya setempat, mirip dengan karakter Desa Sade.
Forkom Dewi Bali mencatat bahwa meskipun Desa Wisata Penglipuran di Bangli telah menerapkan aspek keberlanjutan dan memiliki tata ruang yang baik, keamanan dan kesiapsiagaan tetap menjadi prioritas utama untuk mencegah dampak bencana serupa. Oleh karena itu, Forkom berencana bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali untuk mengembangkan model dan standar operasional prosedur (SOP) mitigasi bencana bagi kawasan desa wisata.
Mitigasi ini akan mencakup penyusunan tata kelola keselamatan, penerapan standar Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability (CHSE), serta aturan perilaku untuk wisatawan agar mengurangi risiko kebakaran, yang kerap disebabkan oleh kelalaian.
Mendra juga menekankan bahwa tanggung jawab penanggulangan bencana tidak hanya berada di pemerintah dan pengelola, tetapi juga melibatkan masyarakat dan pelaku usaha. Kesiapsiagaan dianggap krusial terutama di desa yang minim akses pada layanan asuransi. Musibah kebakaran di Desa Sade yang menghanguskan sekitar 120 bangunan telah menjadi pelajaran berharga untuk lebih memperhatikan aspek keberlanjutan dalam pengembangan destinasi wisata di masa mendatang.
![Forkom Dewi Bali Fokus Siapkan Desa Tangguh Bencana Setelah Sade | thebatterysdown [original_title]](https://thebatterysdown.com/wp-content/uploads/2026/08/IMG_1527.jpeg)