Thebatterysdown.com – Kegiatan usaha PT. Luckione Environmental Science Indonesia dihentikan sementara oleh Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Radiasi Radionuklida Cesium-137. Keputusan ini diambil seiring dengan adanya dugaan kontaminasi pada bubuk seng impor dari Filipina. Penahanan ini dilakukan sampai audit lingkungan oleh pemerintah rampung.
Pada 14 November lalu, pihak otoritas Pelabuhan Tanjung Priok berhasil menyita delapan kontainer berisi bubuk seng yang terkontaminasi Cs-137. Kontainer ini, setelah ditelusuri, ternyata berasal dari Angola, Afrika. “Kontainer tersebut saat ini ditahan menunggu proses administrasi untuk dilakukan re-ekspor,” ujar Bara Krishna Hasibuan, Ketua Bidang Diplomasi dan Komunikasi Publik Satgas, saat konferensi pers di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan.
Ini merupakan kejadian keempat kalinya otoritas Pelabuhan Tanjung Priok mencegah kontainer berisi material terkontaminasi Cs-137 masuk ke Indonesia. Semuanya berasal dari perusahaan yang sama, PT. Luckione Environmental Science Indonesia, yang beroperasi di kawasan industri Cikande.
Pemerintah Indonesia menegaskan tidak akan mentolerir praktik usaha yang berpotensi membahayakan kesehatan publik dan keamanan nasional. Pemerintah juga berhak menghentikan kegiatan usaha perusahaan jika terbukti bersalah dalam pencemaran lingkungan.
Bara mengingatkan pentingnya kerja sama dari perusahaan dengan Satgas dalam menyelesaikan masalah ini. Mengacu pada Undang-Undang Lingkungan Hidup, pemerintah memiliki otoritas untuk menghentikan aktivitas perusahaan yang terbukti melanggar, termasuk dalam hal kontaminasi radionuklida.
![Impor Bubuk Seng Filipina Terpapar Cs-137, PT Luckione Dihentikan | thebatterysdown [original_title]](https://thebatterysdown.com/wp-content/uploads/2025/11/1763974670_e9befeca62ce5d299ec7.jpeg)