Thebatterysdown.com – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengumumkan bahwa Jawa Timur telah menjadi kontributor utama jagung di Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan saat panen raya jagung di Green Farm, Desa Karangsari, Kecamatan Sempu, Banyuwangi, pada hari Sabtu. Dia menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak, termasuk organisasi seperti Gerakan Pramuka, dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Produksi jagung pipilan kering di Jawa Timur pada tahun 2025 diperkirakan mencapai 4,8 juta ton, jauh lebih tinggi dibandingkan Jawa Tengah yang berada di posisi kedua dengan 2,8 juta ton. Secara keseluruhan, kontribusi Jawa Timur terhadap produksi jagung nasional mencakup hampir 30 persen dari total kebutuhan jagung pipilan kering Indonesia.
Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nanang Avianto, juga hadir dalam acara tersebut dan menekankan bahwa peningkatan produksi jagung harus disertai dengan kualitas yang baik. Ia menyampaikan rencana untuk memperkuat dukungan pemasaran agar dapat meningkatkan kesejahteraan petani.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menambahkan bahwa daerahnya selalu mencatat surplus jagung. Pada tahun 2025, produksi jagung diperkirakan mencapai 250.596,81 ton, meningkat 19 persen dibanding tahun sebelumnya. Selain jagung, produksi beras di Banyuwangi juga surplus dengan proyeksi mencapai 546.923,81 ton pada tahun yang sama.
Khofifah dan Ipuk mengekspresikan kebanggaan terhadap hasil kerja keras petani dan semua pihak yang terlibat dalam promosi pertanian di Jawa Timur. Panen raya di Banyuwangi diharapkan tidak hanya membawa keberkahan, tetapi juga semangat baru untuk terus meningkatkan produksi pertanian ke depannya.
![Jawa Timur Pimpin Produksi Jagung Tertinggi di Indonesia | thebatterysdown [original_title]](https://thebatterysdown.com/wp-content/uploads/2026/03/1000728600.jpg)