Thebatterysdown.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan bahwa belum ada keputusan terkait total Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) nikel untuk tahun 2026. Hal ini dijelaskan oleh Direktur Jenderal Mineral dan Batu bara, Tri Winarno, dalam pernyataan resmi yang disampaikan di Tuban, Jawa Timur, pada Kamis.
Menanggapi spekulasi di pasar mengenai potensi perubahan kuota produksi nikel, Tri menyebutkan bahwa saat ini proses evaluasi sedang berlangsung. Pemerintah masih membahas berbagai usulan perubahan yang diajukan oleh pelaku usaha dan belum menetapkan angka spesifik terkait produksi.
Tri menegaskan bahwa evaluasi ini bertujuan untuk memastikan produksi nikel tetap sejalan dengan kebutuhan industri, bukan untuk merelaksasi kuota. Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pasokan bahan baku untuk smelter dan keberlanjutan cadangan mineral nasional.
Pemerintah juga berfokus pada pengambilan keputusan yang tidak hanya mempertimbangkan aspek kuota produksi, tetapi juga mencerminkan kebutuhan riil di lapangan. Sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 17 Tahun 2025, badan usaha diizinkan untuk mengajukan perubahan RKAB setelah menyampaikan laporan berkala, tetapi pengajuan tersebut tetap harus melalui proses penelaahan yang ketat.
Tri menambahkan bahwa produksi nikel yang berlebihan dapat berisiko menekan harga komoditas serta mempercepat pengurasan cadangan mineral. Dalam konteks ini, pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara kepentingan sektor hulu dan hilir, sehingga baik penambang maupun industri pengolahan dapat beroperasi secara efektif.
![Kementerian ESDM Belum Tetapkan Volume RKAB Nikel Tahun Ini | thebatterysdown [original_title]](https://thebatterysdown.com/wp-content/uploads/2026/06/Tambang-nikel-Vale.jpg)