Thebatterysdown.com – Perseteruan antara K-Netz dan pengguna internet Asia Tenggara, yang dikenal dengan sebutan SEAblings, memasuki babak baru dengan adanya boikot dan larangan menonton drama Korea (drakor). Konflik ini mencuat setelah netizen Korea dituduh melakukan tindakan rasis terhadap warganet asal Malaysia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya.
Ribuan unggahan di media sosial X menunjukkan saling serang antara K-Netz dan SEAblings, dengan sejumlah artis dari kedua belah pihak turut menjadi korban dalam isu ini. Ancamannya tidak hanya terhadap komentar, tetapi juga terhadap industri hiburan Korea Selatan, yang selama ini menjadi favorit di kawasan tersebut.
Dalam upaya memprotes, SEAblings menggalang gerakan boikot terhadap konten hiburan Korea. Mereka mengklaim bahwa Asia Tenggara merupakan salah satu konsumen terbesar K-pop dan drakor, dan jika dukungan dari kawasan ini berkurang, industri hiburan Korea akan menghadapi kerugian signifikan. Sebagai bentuk protes, mereka menyerukan agar masyarakat berhenti menonton drakor sebagai wujud ketidakpuasan terhadap tindakan rasis yang dinilai sebagai perilaku normal di kalangan oknum K-Netz.
Awal mula konflik ini dipicu oleh insiden saat seorang artis Korea menggelar konser di Malaysia, di mana komentar-komentar rasial mulai bermunculan. SEAblings berharap dengan gerakan ini, pihak industri Korea dapat lebih menghargai penggemar internasional tanpa memandang latar belakang ekonomi negara asal.
Perseteruan ini mencerminkan pentingnya toleransi dan penghargaan antarbudaya di era digital, di mana suara pengguna media sosial semakin mendominasi diskursus global.
![Knetz dan SEAblings Berkonflik: Boikot Drakor Mengemuka | thebatterysdown [original_title]](https://thebatterysdown.com/wp-content/uploads/2026/02/knetz-YuT6_large.jpg)