Site icon thebatterysdown

Koperasi Solok Radjo Jadi Contoh Program Upland Kementan

[original_title]

Thebatterysdown.com – Koperasi Solok Radjo yang terletak di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, menjadi sorotan Kementerian Pertanian RI dalam pengelolaan koperasi melalui program Upland. Kegiatan ini diungkapkan oleh Liferdi Lukman, Direktur Lahan dan Irigasi Pertanian, dalam kunjungannya pada hari Selasa. Program Upland bertujuan untuk memperkuat kelembagaan petani, meningkatkan kapasitas, dan mendorong pelaksanaan manajemen yang baik bagi petani di dataran tinggi.

Dengan fokus pada pengelolaan kopi mulai dari hulu hingga hilir, Koperasi Solok Radjo berhasil menjadi model bagi petani lainnya. Koperasi ini menunjukkan bahwa petani tidak perlu memiliki lahan sendiri, melainkan dapat berkolaborasi, seperti yang dilakukan melalui kerjasama dengan bidang kehutanan. Rencana pengembangan komoditas di dataran tinggi sejalan dengan upaya pemerintah untuk menguatkan kelembagaan petani.

Koperasi ini telah mengelola kawasan hutan seluas 3.200 hektare dengan penanaman kopi, menghasilkan nilai lebih bagi produk. Elzafina, Ketua Pelaksana Kegiatan Studi Tiru KPSU, menunjukkan kepedulian petani dalam mengelola lahan terbatas. Dalam program ini, sembilan koperasi dari tiga kabupaten hadir untuk mempelajari praktik pengelolaan Koperasi Solok Radjo.

Ketua Koperasi, Joni Sandika Putra, menyatakan bahwa sejak 2012, koperasi berfokus pada pengolahan kopi dan telah memulai ekspor pada 2017. Berkat pengembangan ini, harga kopi di tingkat petani meningkat signifikan, dari Rp6.000 per kilogram pada 2017 menjadi sekitar Rp15.000 saat ini. Koperasi saat ini membina sekitar 580 kepala keluarga petani, menurun dari 800 sebelum pandemi. Keberadaan Koperasi Solok Radjo tidak hanya menjadi contoh dalam pengelolaan, tetapi juga menandai peningkatan kesejahteraan bagi petani kopi di wilayah tersebut.

Exit mobile version