Thebatterysdown.com – Ratusan ribu pelayat tumpah ruah di Teheran untuk memakamkan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan udara yang diduga dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat pada 28 Februari lalu. Upacara pemakaman selama tiga hari ini menjadi momen refleksi politik yang kuat, membawa pesan perlawanan dan balas dendam. Jenazah Khamenei, beserta empat anggota keluarganya, termasuk cucunya berusia 14 bulan, diarak dalam iring-iringan sepanjang 10 kilometer, dikelilingi oleh lautan manusia yang menghormati.
Meski atmosfer penuh duka mengisi jalan-jalan Teheran, tidak sedikit warga yang memilih menjauh dari keramaian. Mereka menghadapi realitas sulit akibat inflasi yang melambung hingga 80% serta perang yang berlangsung dalam setahun terakhir. Seorang warga menyatakan, “Banyak orang tidak punya pekerjaan dan sangat tidak bahagia,” menyoroti kondisi sosial yang mendesak di tengah upacara megah tersebut.
Dalam tanggapannya terhadap kritik Presiden AS, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menekankan bahwa kesedihan publik adalah nyata dan bukan kepalsuan. “Air mata muncul dari rasa sakit dan kesedihan yang melonjak di dalam diri seseorang,” ujar Pezeshkian menanggapi pernyataan Donald Trump.
Prosesi pemakaman ini menandakan transisi ke kepemimpinan baru di Iran dengan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi ketiga, meski ia tidak hadir dalam prosesi akibat luka parah yang dideritanya. Situasi ini semakin meningkatkan kekhawatiran akan keberlangsungan kepemimpinan dan stabilitas negara. Saat negara menghadapi tantangan ekonomi, pendukung garis keras menunjukkan kemarahan mereka, menyerukan balas dendam terhadap musuh-musuh Iran. Satu di antara mereka menyatakan, “Segera Anda akan melihat tanda-tanda balas dendam di puncak Gedung Putih.”
![Lautan Massa Hadiri Pemakaman Khamenei, Iran Siap Balas Dendam | thebatterysdown [original_title]](https://thebatterysdown.com/wp-content/uploads/2026/07/1783388079_1b9b7afc8024319719d6.jpg)