Thebatterysdown.com – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengumumkan bahwa pemerintah mengoperasikan sejumlah bandara alternatif selama 24 jam untuk memastikan kelancaran mobilitas penumpang. Langkah ini diambil setelah delapan bandara ditutup akibat erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK). Bandara alternatif yang dimaksud meliputi Bandara Kertajati di Majalengka, Bandara Ahmad Yani di Semarang, Bandara Juanda di Surabaya, Yogyakarta International Airport, serta Bandara Adi Soemarmo di Solo.
Dudy menjelaskan bahwa pemerintah memberikan opsi kepada maskapai untuk beroperasi di bandara alternatif karena kondisi di delapan bandara terdampak abu vulkanik belum memungkinkan untuk penerbangan aman. Delapan bandara yang ditutup meliputi Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Bandara Halim Perdanakusuma, Bandara Radin Inten II di Lampung, serta beberapa bandara lain di Bandung dan Tangerang.
Seluruh maskapai diberikan keleluasaan untuk memutuskan penggunaan bandara alternatif sesuai dengan kebutuhan operasional dan jadwal penerbangan. Selain itu, transportasi darat seperti kereta api dan bus juga disiapkan untuk memudahkan penumpang berpindah dari Bandara Soekarno-Hatta menuju bandara pengganti tanpa biaya tambahan.
Dudy menegaskan bahwa keputusan untuk menggunakan bandara alternatif sepenuhnya berada di tangan maskapai, sementara penumpang memiliki opsi untuk melanjutkan penerbangan atau membatalkannya. Kebijakan ini diharapkan dapat menjaga mobilitas masyarakat yang memang memerlukan perjalanan, tanpa mengorbankan keselamatan penerbangan selama penutupan bandara. Pemerintah memastikan koordinasi yang intensif antar pemangku kepentingan agar layanan penerbangan tetap berjalan dengan optimal.
![Menhub: Bandara Alternatif Buka 24 Jam Selama Penutupan 8 Bandara | thebatterysdown [original_title]](https://thebatterysdown.com/wp-content/uploads/2026/09/A290C6CD-3609-4CC2-B715-24C5711361C3.jpeg)