Site icon thebatterysdown

Menteri PKP Ajak UMKM Bali Optimalkan KPP untuk Ekonomi

[original_title]

Thebatterysdown.com – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Bali untuk memanfaatkan Kredit Program Perumahan (KPP) atau KUR Perumahan yang disediakan oleh pemerintah. Hal ini disampaikan dalam sosialisasi yang diadakan oleh Bank Mandiri di Denpasar pada Senin (tanggal tidak disebutkan). Maruarar percaya bahwa terdapat puluhan ribu UMKM di Bali yang dapat mengambil manfaat dari program ini untuk memajukan perekonomian lokal.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar Rp130 triliun untuk KPP, dimana UMKM dapat meminjam hingga Rp20 miliar dengan bunga disubsidi sebesar 5 persen. “Program ini memungkinkan masyarakat untuk membangun tempat usaha atau tempat tinggal, sehingga dapat meningkatkan kapasitas usaha mereka,” ujarnya. Selain itu, pinjaman di bawah Rp100 juta tidak memerlukan jaminan, dengan bunga hanya sebesar 6 persen per tahun, diharapkan bisa mengurangi ketergantungan UMKM pada rentenir.

Maruarar juga mengajak pihak perbankan untuk berperan aktif dalam membantu masyarakat dalam pembangunan usaha dan tempat tinggal. Ia menyatakan perlunya adanya persaingan sehat antar bank dalam memberikan KPP kepada UMKM, agar kredit tidak hanya mengalir kepada konglomerat tetapi juga kepada rakyat kecil.

Wakil Direktur Utama Bank Mandiri, Henry Panjaitan, menegaskan komitmen bank dalam mendukung program pemerintah dan memperluas akses pembiayaan untuk UMKM di sektor perumahan. Henry mencatat bahwa pada tahun 2026, Bank Mandiri memiliki plafon KPP sebesar Rp1.500 miliar, meningkat 328,6 persen dari tahun sebelumnya. Sampai pertengahan Maret, realisasi pencairan untuk Bali mencapai Rp7,5 miliar dari total jatah Rp25 miliar. Bank Mandiri berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah dalam mendukung program ini demi kesuksesan pembangunan ekonomi.

Exit mobile version