Site icon thebatterysdown

Pemeriksaan Kartu Nusuk Diperketat, La Hajj Tanpa Tasrih

[original_title]

Thebatterysdown.com – Otoritas Arab Saudi meningkatkan pengawasan menjelang pelaksanaan ibadah haji 2026 dengan kampanye “La Hajj Bila Tasrih”. Kampanye ini bertujuan untuk memastikan bahwa hanya jemaah yang memiliki visa haji resmi dan kartu Nusuk yang diizinkan untuk masuk ke Mekah. Dalam upaya ini, pemeriksaan ketat dilakukan di setiap pintu masuk kota, termasuk pemeriksaan kendaraan dan dokumen jemaah.

Pada Selasa, 19 Mei, aparat kepolisian terlihat sigap memeriksa kendaraan yang menuju Mekah. Jemaah yang tidak memiliki izin resmi akan langsung diturunkan dan diangkut ke penampungan di Jeddah untuk proses deportasi. Pengetatan ini bertujuan untuk mencegah masalah terkait imigrasi dan menjaga keamanan selama musim haji.

Kampanye tersebut tidak hanya dilakukan di lapangan, tetapi juga merambah ke dunia maya. Konjen RI di Jeddah, Yusron B. Ambary, mengungkapkan bahwa otoritas Saudi sedang melakukan patroli siber guna melacak dan menghentikan promosi paket haji ilegal di media sosial. Yusron mengingatkan agar masyarakat tidak terjerat tawaran haji tanpa izin resmi yang berisiko tinggi.

Ichsan Marsha, juru bicara Kementerian Haji dan Umrah RI, juga menekankan pentingnya mengikuti prosedur resmi. Ia memperingatkan bahwa tawaran haji tanpa visa dapat berakibat fatal, termasuk ancaman deportasi dan denda yang signifikan.

Seiring mendekatnya waktu ibadah, situasi di Mekah semakin padat, terutama menjelang waktu sholat. Hal ini mendorong beberapa jemaah, seperti Abdul Aziz dari Bekasi, untuk berjalan kaki menuju Masjidil Haram untuk menghindari kemacetan akibat pemeriksaan yang ketat. Untuk menjaga kelancaran haji, disiplin dan kepatuhan terhadap aturan sangat dianjurkan.

Exit mobile version