Site icon thebatterysdown

Pemimpin Harus Gabungkan Kebijakan Rasional dan Kekuasaan Politik

[original_title]

Thebatterysdown.com – Wakil Presiden ke-11 Republik Indonesia, Prof Boediono, menekankan pentingnya sinergi antara rasionalitas kebijakan dan otoritas politik dalam kepemimpinan pemerintahan. Hal tersebut disampaikan dalam acara Sarasehan yang merayakan 25 tahun Partai Demokrat di Jakarta pada Selasa (1/9/2026). Menurut Boediono, kepemimpinan yang efektif tidak dapat hanya mengandalkan kekuatan politik atau kecanggihan konsep teknokratis semata, melainkan harus mampu mengintegrasikan keduanya.

Boediono menjelaskan bahwa untuk mencapai efektivitas dalam kebijakan ekonomi, dua pilar utama diperlukan: pertama, adanya konsep kebijakan yang rasional yang dirumuskan secara sistematis; dan kedua, dukungan dari pemegang otoritas politik agar kebijakan tersebut dapat dilakukan di lapangan. Pengalaman pada krisis keuangan global 2008, ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memimpin, menjadi contoh konkret. Saat itu, tim ekonomi yang kompeten mampu merumuskan respons teknokratis, sementara dukungan politik dari SBY memungkinkan implementasi kebijakan yang cepat dan efektif.

Lebih lanjut, Boediono, yang juga merupakan ekonom senior dan Guru Besar di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada, menegaskan bahwa konsep yang baik tanpa dukungan politik tidak akan menghasilkan dampak. Ia menekankan, “Konsep kebijakan yang indah di atas kertas tidak akan memberikan perubahan nyata jika tidak didukung oleh tindakan yang konkret.”

Dengan pernyataan ini, Boediono berharap dapat mengingatkan pentingnya kolaborasi antara aspek teknokratik dan kewenangan politik dalam setiap kebijakan yang diambil pemerintah, agar dapat memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.

Exit mobile version