Site icon thebatterysdown

Pemkot Samarinda Tingkatkan Pengawasan Pasokan Cabai dan BBM

[original_title]

Thebatterysdown.com – Pemerintah Kota Samarinda melakukan penguatan koordinasi lintas sektor untuk meningkatkan pengawasan pasokan cabai serta mengatasi antrean panjang pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Langkah ini diambil demi menjaga stabilitas ekonomi dan pengendalian inflasi di daerah.

Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, dalam rapat koordinasi di Balai Kota pada Selasa, menekankan pentingnya sinergi antara perangkat daerah, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan instansi terkait. Ia menggarisbawahi dua masalah utama yang perlu perhatian, yaitu ketersediaan dan harga cabai yang saat ini melonjak tajam. Harga rata-rata cabai segar di pasar telah mencapai Rp91.300 per kilogram. Selain cabai, beras premium juga dicatatkan dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), mengindikasikan adanya tekanan inflasi.

Terkait pasokan, stok beras di Samarinda tercatat cukup untuk enam bulan ke depan, sedangkan minyak goreng dan produk daging juga aman dalam rentang dua hingga empat bulan. Dalam upaya menjaga kestabilan harga, Pemkot menginisiasi Gerakan Pangan Murah (GPM) yang akan diselenggarakan pada 21 Oktober di Kelurahan Loa Buah.

Di sisi lain, antrean panjang di SPBU untuk jenis BBM bersubsidi menjadi tantangan tersendiri. Pertamina mengidentifikasi bahwa disparitas harga yang tinggi menjadi salah satu penyebab perpindahan konsumen dari BBM nonsubsidi ke subsidi. Penurunan kuota tahunan yang disetujui oleh pemerintah turut memperparah masalah ini.

Sebagai solusi jangka pendek, Pertamina menjadwalkan pengoperasian 24 jam di beberapa SPBU dan berencana menambah layanan di lokasi strategis. Saefuddin juga menekankan perlunya identifikasi kendaraan yang melakukan penyalahgunaan sesuai dengan ketentuan distribusi, untuk memastikan akses yang adil bagi masyarakat. Melalui upaya terkoordinasi ini, diharapkan dapat terjaga kestabilan harga dan distribusi yang tepat sasaran di Samarinda.

Exit mobile version