Thebatterysdown.com – Gubernur Pramono Anung menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan tetap memegang kendali mayoritas atas Bank Jakarta dan PAM Jaya jika keduanya melanjutkan rencana Initial Public Offering (IPO). Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah konferensi pers pada Senin (16/10) di Balai Kota Jakarta.
Dalam penjelasannya, Pramono menekankan pentingnya kontrol pemerintah dalam perusahaan-perusahaan tersebut untuk menjamin pelayanan publik yang optimal. “Kendali ini akan dianut melalui ketentuan yang diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) yang sedang disusun,” ujar Pramono.
Dijelaskannya, meskipun langkah IPO bertujuan untuk menarik investasi dan meningkatkan kinerja, pemerintah daerah tidak akan melepaskan kontrol penuh atas aset-aset strategis tersebut. “Penting bagi kami untuk memastikan bahwa kepentingan publik tetap menjadi prioritas utama dalam setiap langkah yang diambil,” tambahnya.
Langkah ini diharapkan dapat mendukung pengembangan infrastruktur serta pelayanan publik yang lebih baik di DKI Jakarta, seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan layanan yang handal. Dengan IPO, diharapkan akan ada lebih banyak dana yang masuk untuk pengembangan yang diperlukan, tetapi tetap dengan pengawasan yang ketat dari pemerintah.
Masyarakat Jakarta, khususnya pengguna layanan dari Bank Jakarta dan PAM Jaya, perlu mendapatkan jaminan bahwa kualitas layanan tidak akan terganggu dengan perubahan ini. Rincian lebih lanjut mengenai Perda serta langkah-langkah selanjutnya terhadap IPO kedua badan usaha ini masih dalam pembahasan dan diharapkan dapat segera terealisasi. Keputusan ini mencerminkan upaya gubernur dalam menjaga kepentingan publik di tengah dinamika investasi yang ada.