Thebatterysdown.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menutup sementara jalan provinsi ruas Padang-Solok di Sumatera Barat melalui Pintu Angin. Penutupan ini dimulai pada Jumat malam, 25 September 2026, untuk mengatasi potensi bencana pascabanjir bandang yang terjadi pada 21 September lalu.
Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang, Reski Wahyudi, menyampaikan bahwa penutupan ini bertujuan untuk memfokuskan tindakan pada penanganan sedimentasi di hilir alur sungai yang menjadi penyebab bottleneck atau penyumbatan. Ia menegaskan, manfaat utama dari langkah ini adalah keselamatan masyarakat dan pengguna jalan yang berisiko tinggi terhadap bencana susulan.
BMKG Stasiun Minangkabau juga memberikan peringatan mengenai kemungkinan curah hujan tinggi yang dapat berlangsung hingga awal Oktober, menjadikannya penting untuk segera mengambil langkah mitigasi. Reski menambahkan bahwa penyumbatan disebabkan gorong-gorong persegi di lokasi yang tertutup oleh material sedimen, menghambat aliran air ke hilir sungai.
Tim lapangan saat ini sedang berusaha mengeringkan area yang terendam dengan menggunakan empat unit pompa berkapasitas 500 liter per detik dan alat berat untuk pengerukan. Targetnya, dalam beberapa hari ke depan, air yang menggenang dapat dikuras sehingga penanganan optimal dapat dilaksanakan.
Untuk memastikan kelancaran distribusi logistik di kawasan tersebut sambil jalan ditutup, Kementerian PUPR bekerjasama dengan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sumbar untuk membangun jembatan rangka baja pembantu (bailey). Jembatan ini direncanakan sepanjang 40 hingga 50 meter dan diharapkan dapat selesai dalam waktu maksimal empat hari, dengan terus mengevaluasi kekuatan struktur agar aman bagi kendaraan yang melintas.
![Penutupan Sementara Ruas Padang-Solok di Pintu Angin | thebatterysdown [original_title]](https://thebatterysdown.com/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-23-at-17.31.37_edited.jpg)