Thebatterysdown.com – Rektor Universitas Paramadina, Didik J. Rachbini, menyoroti pentingnya penyegaran kabinet dengan fokus pada perubahan kebijakan industri menuju pertumbuhan ekonomi yang lebih optimal. Dalam konteks pelantikan Menteri Perindustrian yang baru, ia mengingatkan bahwa sektor manufaktur di Indonesia belum mampu berkontribusi secara maksimal terhadap pertumbuhan ekonomi.
Didik mengungkapkan pandangannya dalam pernyataan tertulis yang diterima pada Kamis, 1 Oktober 2026. Ia menegaskan bahwa kebijakan yang telah diterapkan selama dua tahun terakhir tidak membuahkan hasil yang diharapkan, bahkan membuat sektor industri semakin lemah. “Penting untuk tidak meneruskan kebijakan yang sama. Kita perlu perubahan yang signifikan,” kata Didik.
Ia juga mencatat bahwa pertumbuhan sektor industri pengolahan melambat dari 5,48% pada kuartal kedua 2025 menjadi sekitar 4,5% pada kuartal kedua 2026, meskipun ekonomi nasional secara keseluruhan tumbuh 5,29% pada periode yang sama. Angka-angka ini, menurut Didik, menunjukkan perlunya perhatian serius terhadap tantangan yang ada agar target pertumbuhan ekonomi 6% pada tahun 2027 dapat tercapai.
Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah menetapkan asumsi pertumbuhan ekonomi yang ambisius dengan strategi fiskal yang bertujuan untuk mempercepat industrialisasi dan hilirisasi. Dengan berbagai perubahan dan penekanan pada sektor industri, diharapkan Indonesia dapat memasuki era pertumbuhan yang lebih tinggi dalam beberapa tahun ke depan.
Penyegaran kabinet diharapkan menjadi langkah awal untuk mengubah arah dan fokus kebijakan yang selama ini dianggap kurang efektif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi.
![Penyegaran Kabinet Dapatkan Kebijakan Baru untuk Pertumbuhan Ekonomi | thebatterysdown [original_title]](https://thebatterysdown.com/wp-content/uploads/2026/10/penyegaran-kabinet-industri-perlu-kebijakan-baru-kejar-pertumbuhan-ekonomi-6-quo.jpeg)