Thebatterysdown.com – Pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan di kawasan transmigrasi Indonesia memerlukan dukungan ilmu pengetahuan serta teknologi yang memadai. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Transmigrasi, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, dalam pembekalan Tim Ekspedisi Patriot 2026 di Jakarta, Rabu.
Iftitah menjelaskan bahwa kehadiran sumber daya manusia (SDM) unggul di kawasan transmigrasi merupakan salah satu kunci untuk mencapai tujuan tersebut. Pemerintah, katanya, akan bekerja sama dengan perguruan tinggi sebagai penyedia ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan kawasan melalui inovasi dan penelitian.
Dalam acara tersebut, Iftitah mengingatkan bahwa pembekalan yang diberikan bukanlah sekedar kegiatan simbolis, melainkan langkah awal yang memerlukan komitmen nyata dari peserta. Tim Ekspedisi Patriot, yang terdiri dari 1.476 peserta serta terbagi dalam 246 tim, akan bertugas di 53 kawasan transmigrasi, termasuk daerah-daerah prioritas nasional dan Papua.
Iftitah menginginkan para peserta untuk bekerja dengan totalitas selama empat bulan masa tugas mereka. Ia juga menekankan pentingnya memiliki tujuan yang jelas serta beradaptasi dengan masyarakat setempat, sambil menjauhi perdebatan yang tidak produktif.
Program ini adalah kelanjutan dari Tim Ekspedisi Patriot 2025. Dengan mengutamakan penerapan ilmu dan inovasi, diharapkan program ini dapat merintis produk unggulan di kawasan transmigrasi dan menjadikan generasi muda sebagai agen perubahan yang membawa manfaat bagi masyarakat.
![Pertumbuhan Kawasan Transmigrasi Didukung SDM dan Iptek | thebatterysdown [original_title]](https://thebatterysdown.com/wp-content/uploads/2026/07/20260729_073701.jpg)