Site icon thebatterysdown

Perusahaan Minyak AS Raih Laba Rp453 Triliun di Masa Perang

[original_title]

Thebatterysdown.com – Perusahaan minyak besar asal Amerika Serikat, ExxonMobil dan Chevron, mencatatkan keuntungan luar biasa pada kuartal ketiga tahun 2026. Hal ini terjadi di tengah situasi global yang semakin menekan konsumen dengan harga bahan bakar minyak (BBM) yang terus tinggi akibat dampak dari Perang Iran yang berkepanjangan. Dalam laporan keuangan yang dirilis baru-baru ini, kedua perusahaan tersebut melaporkan laba bersih gabungan sebesar USD25,3 miliar, yang setara dengan sekitar Rp453,4 triliun berdasarkan kurs saat ini.

Fenomena keuntungan besar ini bertepatan dengan jadwal pemilihan Midterm yang akan dilaksanakan pada 3 November mendatang. Presiden AS, Donald Trump, memanfaatkan momen ini untuk mengungkapkan kebanggaannya terhadap industri energi di negaranya. Walau para pengemudi di Amerika dan belahan dunia lainnya terpaksa menghadapi lonjakan harga BBM yang menembus lebih dari USD100 per barel, Trump menegaskan bahwa keuntungan yang diraih perusahaan minyak adalah pencapaian yang patut dibanggakan.

Dalam pidatonya di hadapan pendukung, Trump menyatakan, “Perusahaan minyak kita sedang menghasilkan kekayaan gila-gilaan.” Pernyataan tersebut memicu kontroversi, mengingat banyak masyarakat yang merasakan dampak langsung dari tingginya biaya bahan bakar. Seruan tersebut dinilai akan menambah ketegangan menjelang pemilu, di mana isu ekonomi dan harga energi menjadi salah satu fokus utama.

Keberhasilan ExxonMobil dan Chevron dalam meraih laba yang fantastis ini sekaligus menunjukkan pergeseran signifikan dalam industri minyak global. Seiring dengan kebangkitan kembali permintaan pasca-pandemi, tantangan bagi konsumen di seluruh dunia terus berlanjut, membuat pencapaian ini menjadi sorotan di kancah internasional.

Exit mobile version