Site icon thebatterysdown

Pilkada Melalui DPRD: Kontroversi dan Pro kontra Diperdebatkan

[original_title]

Thebatterysdown.com – Wacana mengenai pemilihan kepala daerah (pilkada) melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menjadi sorotan dalam diskusi publik yang diadakan oleh Sekolah Kebijakan Kita di Twin House, Blok M, Jakarta Selatan, pada Minggu (25/1/2026). Diskusi ini bertujuan menjadi ruang dialog tentang dinamika dan implikasi demokrasi yang terkait dengan mekanisme pemilihan tersebut.

Berbagai narasumber hadir untuk memberikan pandangan, termasuk Iqbal Kholidin dari Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Titi Anggraini, Dosen Hukum Tata Negara Universitas Indonesia, serta perwakilan politisi muda Cintya Amanda Labetta dari PDIP dan Manik Marganamahendra dari Partai Perindo. Dalam sesi tersebut, mayoritas peserta menyatakan penolakannya terhadap rencana pilkada tidak langsung.

Agus Taufiq, Kepala Sekolah Kebijakan Kita, menjelaskan bahwa diskusi ini adalah upaya untuk meningkatkan literasi mengenai kebijakan publik di masyarakat. Dia menekankan pentingnya perdebatan yang mendalam tentang pilkada tidak langsung, yang seharusnya tidak hanya dipandang dalam konteks pro dan kontra, tetapi sebagai bagian dari kepentingan demokrasi jangka panjang. “Ruang diskursus publik ini penting agar masyarakat paham akan konsekuensi kebijakan,” tuturnya.

Manik Marganamahendra menambahkan bahwa partisipasi publik dalam pemilu penting untuk memastikan hasil yang berpihak pada rakyat. Ia berharap diskusi ini bisa memicu lebih banyak perhatian dari masyarakat terhadap isu pemilu. Forum seperti ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman masyarakat mengenai kebijakan strategis dan mendukung keterlibatan mereka dalam proses demokrasi. Sekolah Kebijakan Kita berkomitmen untuk terus menyediakan ruang diskusi yang inklusif dan berimbang.

Exit mobile version