Thebatterysdown.com – Proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk kuartal I 2026 diperkirakan berada di antara 5,2 hingga 5,3 persen. Angka ini didorong oleh tingginya konsumsi rumah tangga, investasi, dan belanja pemerintah, menurut laporan terbaru dari Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia.
Dalam sebuah diskusi di Jakarta, Direktur Eksekutif CORE, Mohammad Faisal, menyebutkan bahwa satu-satunya faktor yang menghambat pertumbuhan ekonomi adalah penurunan pada komponen net ekspor. Laporan CORE menunjukkan bahwa konsumsi rumah tangga mengalami pertumbuhan yang kuat, dengan Indeks Penjualan Riil (IPR) mencapai 4,86 persen di kuartal I 2026, meningkat signifikan dari 2,77 persen di periode yang sama tahun sebelumnya. Optimisme konsumen juga meningkat, terlihat dari kenaikan Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) menjadi 115,5 dari 110,7 pada kuartal IV 2025.
Meski demikian, Faisal menyoroti bahwa kualitas konsumsi rumah tangga masih belum memadai, karena lebih banyak terfokus pada kebutuhan dasar daripada belanja non-esensial. Dari perspektif fiskal, akselerasi belanja negara turut mendukung pertumbuhan, namun berkonsekuensi pada melebaranya defisit anggaran yang diperkirakan mencapai Rp240,1 triliun.
Kendati terjadi peningkatan dalam belanja pemerintahan pusat hingga 47,7 persen menjadi Rp610,3 triliun, transfer ke daerah justru menurun. Selain itu, kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) yang mengatur komoditas ekspor seperti batu bara dan minyak sawit mentah (CPO) diketahui mengurangi kinerja ekspor.
CORE memperkirakan bahwa meskipun kinerja kuartal I berpotensi mencapai 5,4 hingga 5,5 persen, tren ini mungkin tidak akan berlanjut di kuartal berikutnya. Pada akhirnya, proyeksi pertumbuhan ekonomi untuk tahun 2026 secara keseluruhan tetap berada di kisaran 4,9 hingga 5,1 persen, terbebani oleh tekanan global dan kenaikan harga energi.
![Proyeksi Ekonomi Kuartal I-2026 Tumbuh 5,2–5,3 Persen | thebatterysdown [original_title]](https://thebatterysdown.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG_6346.jpeg)