Site icon thebatterysdown

Rana dan Ruang: Perlunya Kolaborasi untuk Melestarikannya

[original_title]

Thebatterysdown.com – Sekolah-sekolah di Indonesia baru saja melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk tahun ajaran 2026/2027. Di tengah atmosfer tersebut, pemerintah meluncurkan Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman untuk Anak (RANA), sebuah inisiatif yang bertujuan menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi anak-anak. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, meresmikan gerakan ini pada akhir Juni lalu, sejalan dengan arahan Presiden untuk menjaga keselamatan anak-anak di berbagai lingkungan.

RANA tidak hanya berfokus pada sekolah, tetapi juga mencakup keluarga, ruang publik, dan dunia digital. Tujuan dari gerakan ini adalah untuk mengatasi tingginya angka kekerasan terhadap anak dan perempuan yang tercatat lebih dari 35 ribu kasus pada 2025, dengan sekitar 30% kekerasan terjadi di lingkungan pendidikan. Bentuk kekerasan ini sering kali berupa perundungan, yang sering dianggap sebagai lelucon oleh pelakunya.

RANA diorganisir melalui lima pilar, yaitu edukasi publik, penguatan keluarga, penyediaan layanan pendidikan yang aman, perlindungan anak di dunia digital, dan sistem respons cepat terhadap kekerasan. Nota kesepahaman juga telah ditandatangani oleh berbagai instansi untuk memastikan implementasi di seluruh daerah, dengan Yogyakarta menjadi salah satu wilayah percobaan.

Gerakan ini menandakan pentingnya kolaborasi lintas sektor, karena masalah kekerasan terhadap anak melintasi bidang-bidang kerja yang berbeda. Kesuksesan RANA bergantung pada kemauan semua pihak untuk berperan aktif, dari membuat kebijakan hingga menciptakan lingkungan yang lebih aman. Dengan harapan bahwa tindakan konkret dapat diambil, RANA diharapkan mampu memberikan perlindungan yang nyata kepada anak-anak di seluruh Indonesia.

Exit mobile version