Thebatterysdown.com – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, telah menyiapkan serangkaian langkah untuk menjaga keberlanjutan produksi kopi, menyusul penurunan hasil panen di tahun 2026 akibat faktor cuaca yang tidak menentu. Untuk mengatasi masalah ini, program peremajaan tanaman kopi seluas sekitar 1.700 hektare telah dirancang, di mana bantuan bibit akan diberikan oleh Kementerian Pertanian.
Langkah ini diambil setelah mencermati dampak signifikan yang ditimbulkan oleh cuaca ekstrem terhadap kualitas dan kuantitas produksi kopi di daerah tersebut. Mengingat bahwa kopi merupakan salah satu komoditas utama yang berkontribusi pada perekonomian lokal, pihak DPKP berkomitmen untuk memastikan keberlanjutan sektor pertanian kopi melalui inovasi dan bantuan teknis.
Dengan pelaksanaan program peremajaan, para petani diharapkan dapat kembali memproduksi kopi berkualitas tinggi yang selama ini dikenal di Bondowoso. Proses ini meliputi penggantian tanaman kopi yang sudah tidak produktif dengan bibit baru yang lebih tahan terhadap perubahan iklim.
Bersamaan dengan itu, DPKP juga akan melakukan pelatihan bagi para petani agar mereka lebih memahami teknik bercocok tanam yang efektif dan efisien, serta inovasi terbaru dalam budidaya kopi. Dengan adanya langkah-langkah ini, diharapkan produksi kopi di Bondowoso dapat kembali normal dan berkontribusi pada kesejahteraan petani serta perekonomian daerah.
Akhirnya, melalui kolaborasi antara pemerintah dan petani, diharapkan sektor pertanian kopi di Bondowoso dapat bertahan dan berkembang meskipun menghadapi tantangan dari perubahan cuaca.
![Remajakan 1.700 Hektare Kebun Kopi di Bondowoso untuk Produksi | thebatterysdown [original_title]](https://thebatterysdown.com/wp-content/uploads/2026/07/AB_ATASI-PENURUNAN-PRODUKSI-BONDOWOSO-REMAJAKAN-1.700-HEKTARE-KEBUN-KOPI.jpg)