Thebatterysdown.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana pembatasan distribusi Pertalite untuk kelompok masyarakat desil 9 dan 10 masih dalam proses kajian. Hingga keputusan final diambil, distribusi Pertalite tetap dilaksanakan normal di seluruh Indonesia.
Bahlil menyampaikan pernyataan ini saat acara The 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026 yang berlangsung di Jakarta pada Rabu lalu. Ia menegaskan, jika hingga saat ini keputusan mengenai pembatasan belum tercapai, maka ketentuan distribusi Pertalite akan tetap berlanjut seperti yang berlaku saat ini, yaitu 200 liter per hari untuk bus dan truk, serta 50 liter untuk kendaraan roda empat.
Selain itu, Bahlil menekankan bahwa Pertalite harus diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak mendapatkan subsidi energi. Ia meminta agar masyarakat yang sudah mampu tidak memanfaatkan hak subsidi yang seharusnya diterima oleh yang kurang mampu.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menambahkan bahwa pengendalian subsidi BBM, termasuk Pertalite, akan dilakukan bertahap. Sistem yang dimiliki oleh Pertamina dianggap cukup untuk mendukung proses pembatasan ini. Purbaya menjelaskan, masyarakat di desil 9 dan 10 akan dilarang untuk membeli Pertalite dan harus menggunakan BBM nonsubsidi.
Kebijakan ini diharapkan dapat segera diimplementasikan setelah sistem pendukung siap, dengan tujuan agar subsidi BBM tepat sasaran dan bisa efektif membantu yang benar-benar membutuhkan. Pembahasan mengenai langkah ini masih berlangsung, dan diharapkan akan ada kemajuan signifikan dalam waktu dekat.
![Rencana Pembatasan Pertalite Masih Dalam Kajian, Kata Bahlil | thebatterysdown [original_title]](https://thebatterysdown.com/wp-content/uploads/2026/08/IMG_8181.jpg)