Thebatterysdown.com – Memasuki tahun 2026, Roblox berevolusi dari sekadar “gim anak-anak” menjadi raksasa teknologi yang mengubah cara pandang masyarakat terhadap media sosial dan mesin pencari. Dengan lebih dari 85 juta pengguna aktif harian, platform ini kini menjadi alat vital bagi Generasi Z dan Alpha.
Transformasi besar pada Roblox tercermin dalam integrasi fitur Generative AI di Roblox Studio, yang memudahkan pengembangan gim. Fitur terbaru, Roblox Assistant, memungkinkan developer untuk menggunakan perintah alami, seperti “buat skrip leaderboard,” yang kemudian difasilitasi menjadi kode program yang efisien. Selain itu, kemampuan menciptakan material 3D secara instan dan penerjemahan real-time juga memperluas jangkauan permainan ke berbagai pasar, termasuk Indonesia dan Amerika Latin.
Di tengah persaingan ketat dengan platform lain seperti Fortnite dan Minecraft, Roblox menawarkan sejumlah keunggulan. Misalnya, sistem DevEx yang memungkinkan konversi Robux ke mata uang lokal menjadi daya tarik bagi developer. Namun, tantangan tetap ada, seperti pemotongan pendapatan yang cukup signifikan oleh Roblox dan kesulitan dalam meningkatkan visibilitas gim baru tanpa biaya promosi yang besar.
Roblox juga mendorong ekonomi baru dengan memperkenalkan sistem perdagangan langsung dalam gim, walaupun biaya transaksi yang tinggi menjadi hambatan bagi pengembang. Bagi studio-studio kreatif di Indonesia, saat ini menjadi waktu yang menjanjikan untuk terjun ke dunia pengembangan gim, mengingat biaya awal yang rendah dan potensi pasar yang luas.
Dengan infrastruktur server yang gratis dan akses ke jutaan pengguna, Roblox menjadi pilihan utama bagi para developer yang ingin memasuki industri metaverse.
![Roblox 2026: AI Generatif, Ekonomi Kreator, dan Metaverse Dominan | thebatterysdown [original_title]](https://thebatterysdown.com/wp-content/uploads/2026/01/1769862888_bdfcb0d7b5be41fbe398.jpg)