Thebatterysdown.com – Rudal Iran telah menyerang Dimona, kota yang terkenal sebagai lokasi program nuklir Israel, pada 21 Maret 2026. Serangan ini melambangkan strategi Teheran yang menyerupai “doktrin madman” yang pernah diterapkan oleh Amerika Serikat dan Israel, menyusul serangan terhadap fasilitas nuklir Natanz di Iran sebelumnya pada hari yang sama.
Akibat serangan ini, lebih dari 20 warga Israel mengalami cedera, dan sebuah bangunan dilaporkan runtuh akibat dampak serangan. Menurut laporan dari Channel 12 Israel, sebanyak 21 orang terluka di 12 lokasi akibat hantaman rudal tersebut. Suara sirene terus menggema dari kawasan Naqab di selatan hingga Galilea di utara saat pecahan peluru menghantam beberapa titik.
Dimona terletak dekat dengan Pusat Penelitian Nuklir Negev, yang dikenal sebagai pusat pengembangan senjata nuklir Israel. Fasilitas ini merupakan salah satu situs paling strategis bagi negara tersebut, terkait erat dengan produksi plutonium dan kemampuan senjatanya dalam jangka panjang. Serangan Iran yang terjadi pada hari yang sama dengan serangan AS-Israel terhadap Natanz menjadi fokus perhatian global.
Media internasional dan lokal Iran melaporkan bahwa kompleks Natanz diserang pada pagi hari yang sama, dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengonfirmasi adanya kerusakan meskipun tidak ada kebocoran radiasi. Kejadian ini menandai pola respon yang jelas dalam konflik yang sedang berlangsung; setiap agresi terhadap infrastruktur strategis Iran akan dibalas dengan serangan terhadap target yang setara di Israel.
Sejak dimulainya konflik pada 28 Februari 2026, Iran menunjukkan kecenderungan untuk merespons setiap eskalasi dengan tindakan balasan yang signifikan, menjadikan situasi di kawasan semakin tegang.
![Rudal Iran Serang Kota Nuklir Dimona, Apa Tujuan Teheran? | thebatterysdown [original_title]](https://thebatterysdown.com/wp-content/uploads/2026/03/rudal-iran-amuk-kota-nuklir-dimona-israel-apakah-teheran-gunakan-doktrin-madman-aszionis-xds.jpg)