Site icon thebatterysdown

Rupiah Menguat Didorong Harapan Perdamaian AS dan Iran

[original_title]

Thebatterysdown.com – Nilai tukar rupiah mengalami penguatan pada Senin pagi, mencatat peningkatan sebesar 21 poin atau 0,12 persen menjadi Rp17.696 per dolar AS, setelah sebelumnya ditutup di level Rp17.717. Penguatan ini muncul di tengah optimisme akan potensi perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran.

Analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa harapan akan stabilitas di Timur Tengah serta penurunan harga minyak mentah dunia menjadi faktor pendorong penguatan rupiah. Ia menyebutkan, pernyataan Presiden AS, Donald Trump, yang menyatakan bahwa negosiasi dengan Iran berlangsung konstruktif, turut memberi dampak positif. Dalam penjelasannya, Trump menyebutkan bahwa kesepakatan untuk mengakhiri konflik dengan Iran telah hampir sepenuhnya dinegosiasikan dan akan segera diselesaikan.

Proses negosiasi antara Washington dan Teheran sendiri difasilitasi oleh Pakistan, dengan fokus pada isu-isu penting seperti pembukaan Selat Hormuz dan kekhawatiran mengenai program nuklir Iran, termasuk pencabutan sanksi. Meski demikian, kondisi domestik juga menunjukkan perbaikan setelah pasar ekuitas yang ditutup positif sejak Jumat lalu, meskipun ada tekanan terhadap rupiah akibat data neraca transaksi berjalan yang menunjukkan defisit besar.

Melihat situasi yang ada, proyeksi nilai tukar rupiah diperkirakan berada di kisaran Rp17.600 hingga Rp17.750 per dolar AS. Penguatan ini mencerminkan dinamika pasar global yang dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal dan internal yang saling berinteraksi.

Exit mobile version