Thebatterysdown.com – PT Vale Indonesia Tbk, yang beroperasi di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, mencatatkan penjualan bijih nikel lebih dari dua juta ton pada semester pertama 2026. Bernardus Irmanto, Presiden Direktur sekaligus CEO perusahaan, menyatakan bahwa pencapaian ini menjadi tonggak penting bagi perusahaan dalam industri pertambangan dan pengolahan nikel terintegrasi.
Dalam keterangan resmi, Irmanto menekankan bahwa keberhasilan tersebut mencerminkan dedikasi serta kolaborasi PT Vale dalam mendukung pertumbuhan yang bertanggung jawab. Di samping pencapaian penjualan, perusahaan yang merupakan bagian dari holding Mineral Industri Indonesia juga meresmikan pevalea dormitory, yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan.
“Dormitory ini adalah simbol komitmen perusahaan untuk meningkatkan kualitas hidup karyawan dan memperkuat budaya kerja yang produktif serta berkelanjutan,” jelas Irmanto. Dalam rangka mendukung strategi hilirisasi nasional, PT Vale juga mendatangkan alat utama berupa autoclave untuk proyek high pressure acid leaching (HPAL) di Sambalagi.
Pengadaan alat ini menjadi bagian dari Indonesia Growth Project (IGP) Morowali yang dikategorikan sebagai proyek strategis nasional. Irmanto menegaskan bahwa kedatangan autoclave merepresentasikan transformasi industri pertambangan Indonesia menuju hilirisasi yang dapat menghasilkan nilai tambah yang lebih tinggi.
Teknologi HPAL yang diterapkan memungkinkan bijih limonit yang sebelumnya memiliki nilai ekonomi terbatas dapat diolah menjadi mixed hydroxide precipitate (MHP), yang merupakan bahan baku utama untuk industri baterai kendaraan listrik. Hal ini menunjukkan bahwa PT Vale berperan penting dalam rantai pasok kendaraan listrik global serta kontribusinya terhadap transisi energi dan ekonomi rendah karbon di Indonesia.
![Vale Indonesia Raih Penjualan 2 Juta Ton Nikel di Semester Pertama 2026 | thebatterysdown [original_title]](https://thebatterysdown.com/wp-content/uploads/2026/07/UZY00202.jpg)