Thebatterysdown.com – Otoritas kesehatan Australia Barat mengeluarkan peringatan kewaspadaan campak setelah dua kasus baru terdeteksi di wilayah tersebut pada 12 Februari 2026. Peringatan ini mengidentifikasi penerbangan Batik Air dari Jakarta sebagai lokasi paparan virus campak yang perlu diwaspadai.
Direktur Pascasarjana Universitas YARSI, Tjandra Yoga Aditama, menyatakan penerbangan Batik Air ID6080 yang tiba di Perth pada 8 Februari 2026 menjadi titik perhatian. Penumpang yang berada di pesawat tersebut serta mereka yang berada di Terminal 1 Bandara Perth pada waktu kedatangan pesawat berisiko terpapar virus. Tjandra menekankan pentingnya pemantauan dan informasi yang jelas mengenai potensi penularan tersebut.
Otoritas kesehatan akan melakukan monitoring penyebaran virus hingga 26 Februari 2026, sesuai dengan masa inkubasi campak. Tjandra menyoroti tiga hal penting dari kejadian ini. Pertama, rinciannya dalam menelusuri dan mengidentifikasi perjalanan penyakit menunjukkan efektivitas sistem kesehatan Australia dalam menangani kasus infeksi baru. Kedua, mereka memberikan informasi detail tentang lokasi dan waktu potensi penularan, yang penting untuk kepentingan epidemiologis.
Ketiga, Tjandra menekankan pentingnya kewaspadaan di Indonesia, mengingat kasus tersebut bermula dari penerbangan Jakarta. Perlu ada evaluasi mengenai status imunisasi campak pasien di Indonesia dan pemantauan kemungkinan penularan lebih lanjut.
Ia berharap kejadian ini akan memperkuat program pengendalian penyakit menular, termasuk campak, di Tanah Air, guna mencegah penyebaran virus yang lebih luas di masyarakat.
![Waspada Campak, Kesehatan Australia Barat Lacak Paparan Penerbangan | thebatterysdown [original_title]](https://thebatterysdown.com/wp-content/uploads/2026/02/1771729941_a768d4073affe5be0a9d.jpeg)