Site icon thebatterysdown

WNA Marah di Gili Trawangan Saat Mendengar Tadarusan, PBNU Ingatkan Adab

[original_title]

Thebatterysdown.com – Insiden yang melibatkan seorang perempuan warga negara asing (WNA) di Dusun Gili Trawangan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, menimbulkan perhatian luas. Peristiwa ini terjadi ketika perempuan tersebut mengamuk setelah merasa terganggu oleh suara tadarus yang menggunakan pengeras suara. Aksi tersebut telah mengundang respons dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Ketua PBNU bidang Keagamaan, Ahmad Fahrur Rozi, yang akrab disapa Gus Fahrur, memberikan tanggapannya terkait kejadian ini. Gus Fahrur menjelaskan bahwa penggunaan pengeras suara untuk tadarus adalah salah satu sarana syiar Islam yang positif. Namun, ia mengingatkan pentingnya memperhatikan adab serta etika, khususnya dalam menjaga kenyamanan masyarakat setempat.

Lebih lanjut, Gus Fahrur menekankan bahwa tadarus pada malam hari, terutama setelah pukul 22.00, sebaiknya dilaksanakan dengan menggunakan pengeras suara terbatas. Tujuan dari aturan tersebut adalah untuk menghindari gangguan yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan bagi warga sekitar. Ia menjelaskan, penggunaan pengeras suara luar harus diimbangi dengan pertimbangan waktu yang tepat agar tidak mengganggu aktivitas tidur masyarakat.

Insiden ini menggambarkan perlunya saling pengertian antara warga lokal dan pengunjung, terutama saat berhubungan dengan praktik keagamaan. Masyarakat diharapkan dapat menjaga kerukunan dan saling menghormati antara satu sama lain. Kasus ini juga menjadi pengingat bagi semua pihak agar tetap bertindak bijak dalam menjaga kerukunan antar komunitas.

Exit mobile version