Site icon thebatterysdown

Menata Demokrasi untuk Kesejahteraan Multigenerasi

[original_title]

Thebatterysdown.com – Demokrasi di Indonesia, yang berdiri sejak Reformasi 1998, telah menjadi pilar penting bagi kesejahteraan rakyat. Namun, keadaan saat ini menunjukkan adanya tantangan baru yang dihadapi oleh generasi milenial dan Generasi Z. Meskipun demokrasi telah memberikan ruang bagi kebebasan politik dan pemilihan umum yang berlangsung damai, generasi muda kini berjuang dengan biaya hidup yang tinggi, kesulitan dalam memperoleh pekerjaan layak, serta berkurangnya mobilitas sosial.

Data Badan Pusat Statistik mengungkapkan bahwa hingga Februari 2025, tingkat pengangguran mencapai sekitar 7,28 juta orang. Angka ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu. Sekitar 59,4 persen tenaga kerja Indonesia terjebak di sektor informal, di mana perlindungan kerja dan kepastian pendapatan sangat minim. Banyak lulusan perguruan tinggi terpaksa menerima pekerjaan yang tidak sesuai dengan kualifikasi mereka, bahkan ada yang harus menunggu bertahun-tahun untuk mendapatkan pekerjaan pertama.

Munculnya fenomena ini menandakan bahwa tantangan demokrasi kini tidak hanya soal distribusi kekuasaan, tetapi juga distribusi kesempatan. Ini menjadi perhatian serius bagi masa depan demokrasi. Yusuf Sugiyarto, Ketua Bidang Penelitian Kebijakan Strategis PB HMI, menekankan bahwa demokrasi yang sejati harus mampu menciptakan lingkungan yang mendukung setiap individu untuk meningkatkan kualitas hidup.

Generasi muda saat ini memiliki karakter yang berbeda, dibentuk oleh akses informasi yang melimpah. Mereka lebih kritis dan tidak mudah terpengaruh oleh narasi politik yang tidak selaras dengan realitas yang mereka alami. Dalam konteks ini, penting bagi sistem demokrasi untuk mendengarkan aspirasi dan kebutuhan generasi muda agar dapat menciptakan masa depan yang lebih baik bagi semua.

Exit mobile version