Epstein Files: Rilis Dokumen Baru Ungkap Jejak Global Skandal Jeffrey Epstein

epstein files

04 February 2026 – Skandal epstein files terbaru kembali menjadi sorotan setelah Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) membuka lebih dari tiga juta halaman dokumen yang berkaitan dengan mendiang Jeffrey Epstein, terpidana kejahatan seksual dan perdagangan anak di bawah umur. Rilis besar-besaran berkas ini menyajikan berbagai fakta baru dan memicu reaksi di berbagai negara.

Dokumen yang kini berada di domain publik memuat email, foto, dan video yang melibatkan Jeffrey Epstein serta sejumlah tokoh terkenal dari berbagai sektor. Meski kemunculan nama-nama besar dalam dokumen tidak otomatis mengindikasikan keterlibatan hukum, hal ini memicu reaksi politik dan sosial di banyak negara.

Di Inggris, misalnya, Lord Peter Mandelson menghadapi penyelidikan kriminal dari Metropolitan Police terkait dugaan email bocor yang dikirim kepada Epstein saat ia menjabat sebagai menteri, sehingga merembet ke penangguhan jabatan dan proses pengunduran dirinya dari House of Lords.

Sementara itu, muncul pula laporan bahwa pihak berwajib di Polandia akan menyelidiki dugaan hubungan antara jaringan Epstein dan layanan intelijen Rusia, setelah catatan dalam dokumen tersebut mencatat kemungkinan keterlibatan entitas asing dalam aktivitas jaringan kriminal itu.

Reaksi publik juga meluas di kalangan keluarga kerajaan Britania. Beberapa berkas terbaru menyuarakan kembali tudingan terhadap Prince Andrew mengenai keterkaitan dengan Epstein, meskipun otoritas masih menunggu laporan resmi dari pihak kepolisian setempat.

Selain implikasi politik dan sosial, pengungkapan epstein files terbaru memicu perdebatan tentang transparansi dokumen pemerintah dan perlindungan data korban. Para advokat korban menuntut agar rilis dokumen lebih selektif, mengingat banyak materi yang menyangkut identitas dan pengalaman pribadi korban eksploitasi yang sensitif.

Kasus Epstein, yang pertama kali memicu perhatian global sejak penangkapannya pada 2005 dan kematiannya di penjara pada 2019, kini memasuki fase baru dengan terbukanya dokumentasi luas yang dianggap terbesar dalam sejarah kasus ini.

Baca Juga  Miliarder John Fredriksen Tinggalkan Inggris: Dunia Barat Menuju Krisis

Post Comment

You May Have Missed