Siswa SD NTT Akhiri Hidup karena Biaya Sekolah, PDIP Kecam Pemerintah

[original_title]

Thebatterysdown.com – Seorang siswa Sekolah Dasar di Ngada, Nusa Tenggara Timur, diduga mengakhiri hidupnya akibat ketidakmampuan finansial untuk membeli buku dan alat tulis. Wakil Ketua Komisi X DPR RI dari Fraksi PDIP, MY Esti Wijayati, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas insiden tragis ini, yang terjadi pada Rabu (4/2/2026).

Esti menegaskan bahwa peristiwa ini bukanlah kejadian biasa, tetapi sebuah sinyal peringatan bagi semua pihak terkait pendidikan di Indonesia. “Kehilangan seorang anak SD bukan disebabkan oleh perang atau bencana alam, melainkan oleh ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar pendidikan. Ini sangat tidak dapat diterima dalam negara yang menghargai hak asasi manusia,” ujarnya.

Kejadian ini mencerminkan dampak serius dari kemiskinan struktural yang masih melanda masyarakat Indonesia, terutama di daerah terpencil. Esti mengungkapkan keprihatinan mendalam atas banyaknya anak-anak Indonesia yang terhambat aksesnya ke pendidikan dasar akibat keterbatasan ekonomi. Dia menekankan bahwa pendidikan adalah hak konstitusional yang harus dijamin oleh negara tanpa terkecuali.

Dengan semakin meningkatnya angka putus sekolah dan masalah akses pendidikan, peristiwa ini menuntut perhatian lebih dari pemerintah dan para pemangku kebijakan. Esti berharap langkah-langkah konkrit diambil untuk memastikan setiap anak, tanpa memandang latar belakang ekonomi, dapat memperoleh pendidikan yang layak. Ini menjadi tantangan bagi seluruh bangsa untuk bersama-sama memperbaiki sistem pendidikan agar tidak ada lagi anak yang harus menghadapi situasi demikian.

Baca Juga  20 Negara Paling Bahagia di Dunia, Indonesia Tidak Masuk Daftar

Post Comment

You May Have Missed