Bintang Petinggi Mundur, Penjualan EV Anjlok Rugi Rp331 Triliun

[original_title]

Thebatterysdown.com – Ford mengalami dorongan besar terkait dominasi pasar kendaraan listrik China, ditandai oleh keputusan mundurnya Doug Field, Kepala Divisi EV dan Teknologi. Kepergian Field pekan lalu memunculkan pertanyaan mengenai masa depan strategi elektrifikasi Ford, terutama setelah pengalaman buruk perusahaan dalam memasarkan produk EV.

Doug Field, yang bergabung dengan Ford pada 2021 setelah menghabiskan waktu di Tesla dan Apple, diharapkan mampu memperbarui budaya perusahaan yang sebelumnya berfokus pada kendaraan berbahan bakar fosil. Pada saat kedatangannya, CEO Ford Jim Farley menilai hal itu sebagai momen bersejarah, karena Field diharapkan dapat mengubah cara pandang dan pengembangan teknologi di perusahaan.

Namun, dalam perjalanan kariernya, banyak rencana inovatif yang dipimpinnya justru gagal. Beberapa proyek EV yang direncanakan ditangguhkan, dan desain arsitektur kelistrikan yang seharusnya menjadi tulang punggung kendaraan masa depan juga dibatalkan. Field sendiri menyebut bahwa fokus utamanya bukanlah produk semata, melainkan pembangunan tim dan budaya kerja dalam organisasi.

Kejadian ini makin memperburuk situasi keuangan Ford, di mana penjualan kendaraan listrik anjlok hingga 52 persen, berpotensi mengakibatkan kerugian mencapai Rp331 triliun. Langkah strategis yang keliru di tengah persaingan semakin ketat dengan produsen asal China membuat Ford harus berjuang lebih keras untuk kembali ke jalur yang benar. Sementara itu, kepergian Field mungkin mencerminkan tantangan lebih lanjut dalam upaya Ford untuk merebut kembali pasar kendaraan listrik yang sudah diramaikan oleh sejumlah pesaing global.

Baca Juga  Keajaiban Ayat Kursi: 20 Manfaat dan Cara Mengamalkannya

Post Comment

You May Have Missed