Ketahanan Energi Terjaga Meski Amid Geopolitik Global

[original_title]

Thebatterysdown.com – Ketahanan energi nasional Indonesia tetap terjaga di tengah ketidakpastian geopolitik global, terutama yang disebabkan oleh fluktuasi harga minyak dunia. Hal ini diungkapkan oleh Tenaga Ahli Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Satya Hangga Yudha Widya Putra dalam keterangannya di Jakarta. Menurutnya, pemerintah telah melakukan perencanaan proaktif untuk memastikan stabilitas pasokan energi, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Dalam upaya menjaga ketahanan energi, pemerintah melalui koordinasi lintas kementerian telah melakukan simulasi ketahanan fiskal, bahkan ketika harga minyak menyentuh 100 dolar AS per barel. Stok energi dan stabilitas harga untuk masyarakat, terutama pengguna energi bersubsidi seperti Pertalite dan LPG 3 kg, tetap menjadi prioritas. “Pengamanan jalur suplai dan pengoptimalan fasilitas penyimpanan, khususnya di Karimun, Kepulauan Riau, sangat penting untuk mengurangi dampak krisis internasional,” jelas Hangga.

Program dedieselisasi, yang merupakan konversi dari pembangkit diesel ke energi terbarukan di wilayah tertinggal, juga dianggap sebagai langkah strategis dengan biaya yang lebih kompetitif dibandingkan logistik bahan bakar fosil. Di samping itu, pembangunan infrastruktur energi seperti jaringan pipa gas dan terminal regasifikasi terus digenjot agar distribusi energi merata di seluruh daerah.

Dalam sesi diskusi daring bersama Himpunan Mahasiswa Teknik Industri Universitas Andalas, Hangga menekankan pentingnya kombinasi antara keterampilan teknis dan soft skills untuk membentuk pemimpin masa depan yang adaptif. Ia menyatakan bahwa kecerdasan intelektual harus diimbangi dengan kemampuan interpersonal guna mendukung transisi energi yang berkelanjutan. “Generasi muda diharapkan dapat berkontribusi dalam mewujudkan visi Indonesia yang berdaulat,” tutupnya.

Baca Juga  Kapalan Pertamina Belum Dapat Melintasi Selat Hormuz

Post Comment

You May Have Missed