Kenaikan Harga Pertamax Dorong Konsumen Beralih ke Pertalite di Depok

[original_title]

Thebatterysdown.com – Lonjakan harga Pertamax yang signifikan, yang terjadi pada Rabu (10/6), menyebabkan sejumlah pengguna kendaraan di Kota Depok, Jawa Barat, beralih menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite. Kebijakan ini dikeluarkan oleh Pertamina Patra Niaga dan berdampak langsung pada antrean panjang kendaraan di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah tersebut.

Di SPBU yang terletak di Jalan Margonda Raya, antrean terlihat mengular di jalur Pertalite, sementara jalur Pertamax sepi pembeli. Masyarakat tampaknya lebih memilih untuk menunggu lama demi mendapatkan BBM subsidi yang dibanderol dengan harga Rp10.000 per liter.

Salah satu konsumen, Rifai, 24 tahun, menyatakan bahwa meskipun kendaraan miliknya disarankan untuk menggunakan RON 92, ia terpaksa beralih ke Pertalite karena beban ekonomi akibat lonjakan harga BBM. “Motor saya ini seharusnya pakai RON 92 Pertamax, tapi harganya sekarang sangat tinggi,” ujarnya. Hal serupa diungkapkan oleh Lucy, 54 tahun, yang berharap pemerintah lebih memperhatikan daya beli masyarakat.

Kenaikan harga BBM nonsubsidi dikhawatirkan akan berpengaruh pada biaya distribusi barang dan jasa, sehingga dapat memicu peningkatan harga kebutuhan pokok lainnya. Rincian perubahan harga yang berlaku menunjukkan Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250, sementara Pertamax Green 95 naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000.

Sementara itu, harga BBM subsidi tetap tidak berubah, di mana Pertalite dijual seharga Rp10.000 per liter dan Solar subsidi tetap di angka Rp6.800 per liter. Perubahan harga ini menjadi sorotan masyarakat yang merasa terbebani dalam akuisisi energi untuk menunjang aktivitas sehari-hari mereka.

Baca Juga  Menteri UMKM: KUR Ciptakan 11 Juta Lapangan Kerja Baru

Post Comment

You May Have Missed