Bapanas Pastikan Stok Pangan Indonesia Aman Hadapi Musim Kemarau

[original_title]

Thebatterysdown.com – Ketersediaan pangan nasional Indonesia dipastikan tetap terjaga meskipun ada potensi musim kemarau dan fenomena El Nino. Badan Pangan Nasional (Bapanas) menegaskan bahwa langkah-langkah antisipatif telah dilakukan untuk memperkuat cadangan pangan pemerintah (CPP) dan menjaga stabilitas produksi. Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Utama Bapanas, Sarwo Edhy, pada Sabtu di Jakarta.

Bapanas telah menyusun berbagai strategi untuk menjaga ketahanan pangan, termasuk memperkuat stok beras yang dikelola oleh pemerintah pusat dan daerah. Proyeksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan bahwa puncak musim kemarau di Indonesia akan terjadi antara Juli hingga September 2026, dengan El Nino yang semakin dekat. Sementara itu, efek El Nino belum terlalu dirasakan, dan progres pertanaman pangan tetap positif, dengan stok cadangan beras pemerintah mencapai lebih dari 5 juta ton.

Sarwo menjelaskan bahwa pemerintah telah mempersiapkan daerah yang mungkin mengalami defisit pangan akibat cuaca ekstrem, dan memastikan stok cadangan pangan di seluruh provinsi. Berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan hingga Juni 2026, diperkirakan produksi beras akan mencapai 19,2 juta ton, melebihi kebutuhan konsumsi nasional yang diestimasikan 15,4 juta ton.

BUP Bulog telah menyerap beras dari petani lokal sebanyak 3,2 juta ton, dan total penyaluran hingga saat ini mencapai 1,07 juta ton. Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman, optimis stok beras cukup hingga Mei 2027, mencerminkan kesiapan Indonesia dalam menghadapi potensi dampak El Nino. Proyeksi neraca pangan akhir tahun memperkirakan stok beras masih mencapai 16,24 juta ton, yang cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi selama lima bulan ke depan.

Baca Juga  Tiket Murah Timnas Futsal Indonesia vs Australia Mulai Rp50 Ribu

Post Comment

You May Have Missed