Jabar Intervensi Ekonomi untuk 13.044 Pekerja Terdampak PHK

[original_title]

Thebatterysdown.com – Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengambil langkah strategis untuk mengatasi dampak guncangan ekonomi yang memengaruhi daya beli masyarakat akibat pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terjadi pada 13.044 pekerja selama periode Januari hingga September 2026. Langkah tersebut termasuk percepatan pencairan bantuan finansial seperti Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) dan Jaminan Hari Tua (JHT).

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Barat, I Gusti Agung Kim Fajar, mengungkapkan bahwa pemenuhan hak-hak keuangan serta klaim jaminan sosial para pekerja menjadi prioritas dalam memenuhi kebutuhan dasar keluarga yang terpengaruh. Dalam upaya ini, pemerintah juga berkoordinasi dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk mempermudah akses para pekerja terhadap manfaat jaminan sosial yang berlaku.

Untuk mempercepat pemulihan ekonomi, pemerintah memperpendek rantai birokrasi yang ada, melalui aplikasi digital “Nyari Gawe” yang telah mengonsolidasikan lebih dari 700 ribu pencari kerja. Aplikasi ini berhasil menyediakan lebih dari 24 ribu peluang kerja dan mengembalikan lebih dari seribu tenaga kerja ke dalam lapangan kerja formal.

Disenkertrans juga memperkenalkan bursa kerja daring yang menggunakan platform TikTok untuk memudahkan pencarian pekerjaan. Hingga awal Oktober 2026, program ini telah melibatkan 89 perusahaan dengan total 5.768 lowongan kerja.

Sebagai langkah mitigasi jangka panjang, pemerintah mengarahkan para pekerja yang terdampak PHK ke sektor ekonomi kreatif dan manufaktur. Program pelatihan keterampilan yang mencakup berbagai bidang telah diluncurkan untuk mendorong mereka menjadi pelaku usaha mandiri sehingga dapat berkontribusi pada ekonomi lokal.

Baca Juga  Panglima TNI: Penertiban Penggunaan Strobo dan Sirene Ilegal

Post Comment

You May Have Missed