AS Tegaskan Serangan Baru ke Iran Bisa Lebih ‘Parah dari Sebelumnya’

serangan as ke iran

29 January 2026 – Ketegangan geopolitik memuncak setelah Amerika Serikat menegaskan kemungkinan serangan AS ke Iran jika Republik Islam menolak negosiasi mengenai program nuklirnya. Pernyataan ini dilontarkan Presiden AS Donald Trump yang baru-baru ini memperingatkan Tehran bahwa waktu untuk mencapai kesepakatan semakin sempit.

Trump menyatakan bahwa militer AS telah mengerahkan kelompok tempur yang dipimpin kapal induk USS Abraham Lincoln ke kawasan Timur Tengah sebagai sinyal kuat kesiapan operasi militer, sekaligus mengutip potensi tindakan yang “jauh lebih parah” daripada serangan udara terhadap fasilitas nuklir Iran pada Juni 2025.

Pernyataan tersebut menimbulkan kecemasan luas di antara para pemimpin regional dan internasional. Iran memandang pengerahan armada militer tersebut sebagai ancaman terhadap kedaulatannya. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan Teheran akan mempertimbangkan setiap serangan militer sebagai aksi perang total, sembari menegaskan kesiapannya untuk mempertahankan diri.

Langkah AS ini terjadi di tengah gelombang protes domestik yang melanda Iran sejak akhir Desember lalu, dipicu oleh kondisi ekonomi dan penindakan keras pemerintah terhadap demonstran. Ketegangan internal ini turut mempengaruhi kalkulasi diplomatik Washington.

Para analis menyebut ancaman serangan militer berpotensi berdampak luas tidak hanya di Iran tetapi juga menimbulkan goncangan geopolitik di kawasan Timur Tengah dan pasar global, termasuk potensi fluktuasi pasar valuta serta minyak.

Sementara itu, seruan dari beberapa negara di kawasan dan tokoh dunia menekankan pentingnya de-eskalasi dan jalur diplomasi dalam menghadapi krisis ini. Hingga saat ini, negosiasi antara AS dan Iran belum menunjukkan kemajuan konkret, dan prospek konflik terbuka masih menjadi sorotan komunitas internasional.

Baca Juga  307 Korban Tewas Akibat Banjir Bandang Hebat di Pakistan

Post Comment

You May Have Missed