PT Yasa Artha Trimanunggal Jadi Sorotan Usai Proyek Motor SPPG

PT Yasa Artha Trimanunggal Jadi Sorotan Usai Proyek Motor SPPG | Nasional

10 April 2026 – Nama pt yasa artha trimanunggal menjadi sorotan setelah muncul dalam pembahasan publik soal pengadaan motor listrik untuk operasional Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi dalam program Makan Bergizi Gratis. Di katalog elektronik pemerintah, Yasa Artha Trimanunggal tercantum sebagai penyedia aktif, sementara di laman resminya perusahaan ini menyebut bergerak di bidang jasa logistik, pengadaan, alat kesehatan, dan ekspor-impor sejak 2016 dengan domisili di Jakarta.

Sorotan itu menguat setelah Badan Gizi Nasional memberi penjelasan resmi soal motor berlogo BGN yang viral di media sosial. Kepala BGN Dadan Hindayana menegaskan pengadaan motor listrik tersebut merupakan bagian dari perencanaan anggaran 2025, lalu direalisasikan secara administratif dan keuangan pada 2026 melalui mekanisme Rekening Penampungan Akhir Tahun Anggaran atau RPATA. Menurut dia, realisasi pengadaan mencapai 21.801 unit dari rencana awal 25.644 unit, dan kabar yang menyebut jumlahnya mencapai 70.000 unit tidak benar.

BGN juga menyatakan seluruh unit yang diproduksi merupakan hasil karya dalam negeri dengan tingkat komponen dalam negeri 48,5 persen dan saat ini masih berada dalam tahap administrasi sebagai Barang Milik Negara sebelum didistribusikan bertahap sesuai kebutuhan operasional di lapangan. Penjelasan ini disampaikan untuk merespons perdebatan publik mengenai urgensi dan waktu realisasi pengadaan.

Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan tidak ada lagi pembelian motor listrik untuk SPPG pada 2026. Ia mengaku sempat terjadi miskomunikasi dalam pembahasan pengadaan pada tahun lalu dan menegaskan pengadaan baru tidak akan dilakukan lagi tahun ini.

Perkembangan itu membuat isu ini masuk perhatian DPR. Komisi IX DPR RI dijadwalkan memanggil BGN pada Senin, 13 April 2026, untuk meminta penjelasan mengenai tujuan, urgensi, dan dasar pengadaan motor tersebut. Agenda itu menandai bahwa polemik yang menyeret nama perusahaan kini telah masuk ke ruang pengawasan parlemen. Antara News

Baca Juga  Live MNCTV Malam Ini! Pertandingan Timnas Futsal Indonesia vs Korea Selatan

Post Comment

You May Have Missed