Coretax Dapat Kritikan, Purbaya Dinilai Salah Desain

[original_title]

Thebatterysdown.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui bahwa sistem Coretax menghadapi masalah sejak awal pengembangannya. Dalam kesempatan rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Jakarta pada Rabu (25/3), Purbaya menyebutkan bahwa kelemahan utama dari Coretax adalah desain yang buruk, yang membuat sistem ini sulit digunakan dan cenderung rumit.

Purbaya mengidentifikasi bahwa kompleksitas sistem tidak hanya disebabkan oleh desain awal, tetapi juga oleh intervensi pihak ketiga yang menawarkan aplikasi untuk memfasilitasi interaksi antara sistem dan nasabah besar. Ia mengekspresikan kecurigaan adanya motive bisnis di balik kerumitan ini. “Kita akan perbaiki, karena ada kesalahan dalam desain,” jelasnya.

Beberapa perusahaan besar lebih memilih aplikasi perantara yang dianggap lebih efisien, sedangkan pengguna umum mengalami banyak kendala, seperti kesulitan memahami sistem dan antarmuka yang membingungkan. Purbaya juga menyoroti kurangnya pengujian sistem sebelum diluncurkan, yang terus berakibat pada kendala teknis, termasuk masalah saat login.

Untuk mengatasi masalah ini, Kementerian Keuangan berencana melakukan perbaikan secara berkelanjutan, termasuk menyederhanakan antarmuka dan mengurangi ketergantungan pada aplikasi pihak ketiga. Selain itu, pemerintah telah memutuskan untuk memperpanjang batas waktu pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Pajak Penghasilan hingga akhir April 2026, dikarenakan evaluasi atas kondisi sistem menjelang batas pelaporan.

Direktur Penyuluhan dan Pelayanan Direktorat Jenderal Pajak juga menginformasikan adanya relaksasi dengan penghapusan sanksi administrasi bagi wajib pajak yang melaporkan SPT setelah batas waktu. Kebijakan ini tetap mengikuti ketentuan Undang-Undang Perpajakan yang berlaku.

Baca Juga  Gempa Poso: Satu Korban Meninggal Setelah Perawatan Medis

Post Comment

You May Have Missed