AHY Sebut Jakarta Terkena Dampak Terbesar Naiknya Permukaan Laut

[original_title]

Thebatterysdown.com – Jakarta menjadi lokasi yang paling parah terdampak oleh naiknya permukaan air laut dan penurunan permukaan tanah. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyatakan bahwa fenomena ini diakibatkan oleh ekstraksi air tanah yang berlebihan dan beban konstruksi yang semakin meningkat. Dalam pernyataan resminya pada Senin usai dialog mengenai kebijakan nasional, AHY menekankan perlunya perbaikan aliran air dari hulu ke hilir untuk mengatasi tantangan tersebut.

AHY menegaskan pentingnya pengawasan serius terhadap tata ruang, agar air tetap bersih dan kapasitasnya terjaga. Hal ini penting untuk mempertahankan pasokan air bagi rumah tangga dan industri, serta mengurangi risiko banjir di wilayah hilir. Ancaman banjir rob yang mengintai wilayah pesisir juga menjadi perhatian, karena dapat merusak kehidupan masyarakat dan industri.

Sebagai langkah jangka panjang, pemerintah berencana membangun “giant sea wall”, sebuah tanggul laut raksasa sepanjang 500 hingga 700 kilometer yang diperkirakan memerlukan anggaran sebesar 80 miliar dolar AS. Proyek ini diperkirakan akan berlangsung selama 15 hingga 20 tahun. Sementara itu, pendekatan jangka pendek berupa rehabilitasi mangrove juga akan diutamakan untuk melindungi masyarakat dan lingkungan.

AHY menyampaikan bahwa keselamatan manusia harus menjadi prioritas utama dalam setiap langkah yang diambil. Dia mengingatkan pentingnya perhitungan cermat dalam pembangunan infrastruktur, supaya dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan mendukung usaha yang lebih baik ke depan.

Baca Juga  Ekonom Serukan Pentingnya Lapangan Kerja Berkualitas untuk Ekonomi

Post Comment

You May Have Missed