Asosiasi: Warung Kelontong Hanya Tinggal 3,9 Juta Akibat Ritel Modern

[original_title]

Thebatterysdown.com – Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) melaporkan bahwa jumlah warung kelontong di Indonesia mengalami penurunan signifikan. Hingga akhir 2025, diperkirakan hanya akan tersisa 3,9 juta unit, turun dari 6,1 juta pada tahun 2007. Penurunan ini disebabkan oleh pertumbuhan ritel modern yang pesat serta kebijakan perizinan yang semakin longgar.

Ketua Umum APKLI, Ali Mahsun, dalam pertemuannya dengan Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, di Jakarta pada 26 Februari 2026, menekankan pentingnya perlindungan terhadap usaha kecil agar tidak terpinggirkan oleh ritel modern. Ali menegaskan bahwa pihaknya tidak menentang keberadaan ritel modern, namun menginginkan agar ekonomi rakyat tetap berjalan dengan baik.

Dalam audiensi tersebut, APKLI mengusulkan penguatan peraturan tentang penataan pasar tradisional dan toko modern. Ali meminta penegakan aturan yang jelas mengenai klasifikasi ukuran toko modern serta zonasi yang mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi terhadap pedagang kecil.

Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2021 mengharuskan setiap pendirian pusat perbelanjaan untuk memperhatikan kondisi sosial ekonomi masyarakat sekitar serta keberadaan pasar rakyat. Ali juga mengingatkan tentang Paket Kebijakan Ekonomi 2015 yang bertujuan menyederhanakan perizinan ritel modern, tetapi menyebabkan lebih dari 2 juta warung kelontong tutup.

Menteri Koperasi juga menyetujui usulan APKLI untuk memperkuat program 83.000 koperasi desa yang diharapkan bisa menjadi penggerak ekonomi lokal. Pemerintah, melalui Kementerian Koperasi, akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk meningkatkan pengawasan dan penegakan aturan dalam penataan ritel modern.

Baca Juga  John Herdman Minta Pemain Timnas Indonesia Tunjukkan Energi Besar

Post Comment

You May Have Missed