Ekonom Serukan Pentingnya Lapangan Kerja Berkualitas untuk Ekonomi

[original_title]

Thebatterysdown.com – Peningkatan daya beli masyarakat di Indonesia masih terjaga, namun terdapat tantangan besar yang menghalangi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Senior Analyst dari NEXT Indonesia Center, Sandy Pramuji, mengungkapkan bahwa tanpa pemerataan pendapatan dan penciptaan lapangan kerja berkualitas, masyarakat akan lebih berhati-hati dalam berbelanja. Hal ini berpotensi menekan pertumbuhan ekonomi di masa depan.

Sandy menjelaskan bahwa saat ini masalah utama bukanlah kurangnya konsumsi, melainkan ketidakmerataan pendapatan dan sulitnya akses pekerjaan. Meski konsumsi rumah tangga diperkirakan stabil antara 4,53 persen hingga 5,22 persen pada 2023-2024, serta bertahan di angka 4,98 persen pada 2025, tekanan inflasi dan ketidakpastian ekonomi membuat masyarakat lebih memilih mengutamakan keamanan finansial.

Sementara itu, pertumbuhan upah riil pada Agustus 2025 tercatat hanya 1,94 persen, sementara inflasi mencapai 2,31 persen. Kondisi ini menyebabkan daya beli rakyat mulai tertekan dan menciptakan sinyal akan kontraksi upah riil, mengingat pendapatan tidak lagi mampu menutupi kenaikan harga barang dan jasa.

Angka serapan tenaga kerja juga menunjukkan penurunan, dengan hanya menambah 1,89 juta orang pada Agustus 2025 dibandingkan 4,79 juta orang pada tahun sebelumnya. Sandy menekankan pentingnya perhatian terhadap tabungan rumah tangga, di mana kelompok berpendapatan tinggi lebih cenderung menyimpan uang, sedangkan kelompok menengah dan bawah berjuang mempertahankan saldo simpanan mereka.

Kondisi ini menunjukkan bahwa ruang finansial rumah tangga semakin tersegmentasi, dan diperlukan upaya lebih untuk memperbaiki kondisi ekonomi secara merata agar pertumbuhan dapat berlanjut.

Baca Juga  Trump Peringatkan Keras Maduro Terkait Tanker Minyak di Karibia

Post Comment

You May Have Missed